[Celoteh Anak] Panjangin Rambut

Suatu sore yang santai, Hana bertanya kepada bundanya.

Hana: Bun, kapan rambutku dipanjangin?

Bunda: Lho ini lagi dipanjangin.

Hana: Ya enggak lah. Ini didiemin aja.

Bunda: Ya nggak dipotong itu artinya nggak dipanjangin.

Hana: Maksudku, dipanjangin di salon.

Bunda: Mana bisa rambut dipanjangin? Ya paling ditungguin aja, lama-lama juga panjang.

Hana: Bisa, Bunda. Itu, Nirina Zubir aja bisa. Rambutnya ditambahin jadi panjang, di salon.

Bunda: *Gubraks* Kok lebih gaul Hana ya daripada Bunda? *Sigh*

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
read comments

Konferensi Penulis Cilik Indonesia 2011 (1)

Ini adalah jurnal Bunda selama Hana mengikuti Konferensi Penulis Cilik Indonesia 2011. Karena kayaknya bakalan panjang banget, Bunda bagi menjadi beberapa postingan ya. Ini yang pertama:

Sudah hampir sepuluh hari berlalu, tapi acara itu masih begitu berkesan buat Hana.

Acara itu bernama Konferensi Penulis Cilik Indonesia 2011, disingkat menjadi KPCI 2011. Acara ini merupakan kerja sama Penerbit buku KKPK (Kecil-Kecil Punya Karya), Dar!Mizan, dan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Siapa aja sih yang bisa ikutan? Selain tentunya penulis-penulis KKPK, juga peserta lomba menulis cerpen yang diadakan oleh Dar!Mizan dan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Hana ikut lomba? Sayangnya tidak. Karenanya, awalnya sudah pasrah aja Hana nggak bisa ikut KPCI 2011 ini. Tapi, sekitar seminggu sebelum acara, ada kuis free pass untuk teman-teman cilik yang senang menulis namun belum jadi penulis dan tidak sempat mengikuti lomba cerpen.

Hana pun mengirimkan e-mail berisi apa-apa saja alasan mengapa ia perlu mengikuti acara KPCI 2011 ini, sesuai prasyarat kuis. Semua Hana sendiri yang menuliskan, dengan e-mail pribadinya. Bunda hanya memantau dari jauh sambil asyik membaca buku, sesekali mengingatkan tanda baca seperti titik dan koma kepada Hana atau menjawab pertanyaan Hana.

Ternyata oh ternyata, Hana lolos! Awalnya sempat ragu karena hanya tertulis Hana, tanpa nama belakangnya, Alfazzahra. Tapi setelah cek n ricek dengan panitia, benar, itu Hana-nya Bunda. Dan, yang lebih mengejutkan lagi, peserta KPCI 2011 harus menginap di hotel selama 4 hari, 3 malam.

Duh! Berat juga. Bunda nekat menego dengan panitia apakah bisa Hana diantar-jemput saja setiap hari — mengingat rumah kami yang letaknya tidak terlalu jauh dari hotal. Ternyata, menurut panitia, tidak bisa. Karena, acara padat hingga malam hari dan dikhawatirkan anak sudah terlalu lelah jika bolak-balik seperti itu.

Bunda dan Hana mengalami pergulatan batin. Oh ya, anak-anak tidak diperkenankan untuk didampingi orang tua, karena di sana akan diawasi, dijaga, dan diurus sepenuhnya oleh panitia. Hana ingin ikut, tapi takut menginap sendiri. Bunda khawatir jika kelelahan, asma Hana kambuh.

Tapi, kami mendapat dukungan dan dorongan dari panitia dan teman-teman. Bahwa segalanya akan lancar dan baik-baik saja. Kebetulan Bunda memang sudah mengenal beberapa teman panitia seperti Bhai Benny Rhamdani, Mbak Indah Juli, Mbak Wylvera, dan Ahmad Mahdi Shahab. Akhirnya, Bunda pun mempercayakan Hana kepada mereka.

Bagaimana dengan Abi? Sejak awal Abi justru semangat ingin Hana menginap. Untuk melatih keberanian dan kemandirian.

Lalu, bagaimana kisah Hana selama acara KPCI 2011 ini? Ikuti lanjutannya di postingan berikutnya ya. ^__^

BTW…itu fotonya sementara foto para bunda yang anaknya ikut KPCI 2011 ini dulu ya. Foto anak-anaknya menyusul. ^__^ Oh ya, dalam foto ini, selain ada Bunda Hana, ada Mbak Neni, dan Mbak Shinta Handini.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
read comments

Sabtu Seru! Oktober 2011

Sabtu Seru adalah ajang berbagi celoteh anak berhadiah keren.

Caranya, kumpulkan celoteh anak sebanyak-banyaknya. Posting di blog masing-masing, lalu link back ke postingan ini.

Atau, kalo punya FB, bisa ke http://www.facebook.com/tingkahanak. Posting di sana.

Punya Twitter? Nge-tweet aja di twitter masing-masing sambil mention @tingkahanak dan pakai hashtag #sabtuseru.

Gampang kan?

Supaya bisa menang gimana? Sertakan celoteh anak yang paling kocak, paling mengejutkan, atau paling smart. Untuk di FB, ajak teman-teman FB-nya untuk nge-like. Untuk di Twitter, ajak tweeps lainnya untuk nge-RT. Kalau di blog? Ajak blogger lainnya untuk komen. Semua itu akan jadi bahan pertimbangan pemenang.

Ditunggu ya celoteh anak di Sabtu Seru kali ini!

Sabtu Seru, gak pake kamera, gak pake upload2, cukup dengerin celoteh anak di rumah, ngeblog/posting/nge-tweet deh. Beres!

Eh iya, kayak apa sih celoteh anak itu? Intip di SINI ya, Bun!

Lomba Sabtu Seru ini berlangsung hingga 2 sabtu depan, sampai 5 Oktober 2011 pk. 24.00. Hihi! Yuk, kumpulin sebanyak2nya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
read comments

Pemenang Rabu Seru!

Eh, Rabu Seru! masih ada? Masih dong! ^_______^

Tapi belakangan, yang aktif ikutan membernya Facebook.com/TingkahAnak.

Temanya adalah “Buah Karya Anak.”

Dan, pemenangnya adalah:

Kiriman Dinar

Kiriman Indri Noor

Buat yang belum tahu Rabu Seru!, silakan intip di SINI ya. :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
read comments

Menjaga Citra Pasangan

Lho…kok jadi ngebahas tentang permasalahan suami-istri? Hehe…nggak kok. Sebenernya ini ada hubungannya dengan tingkah anak yang senengnya tanya-tanya ini-itu ke orang tua.

Pernah nggak kira-kira anak bertanya, “Bun, ayah kok begini ya?” Atau, “Papa, Mama kok gitu sih?”

Pertanyaan itu muncul biasanya jika anak dimarahi atau jika ada tindakan salah satu orang tuanya yang menurutnya kurang mengena di hati. Namun, alih-alih bertanya langsung kepada orang tua yang memarahinya atau yang tindakannya tidak pas baginya, ia bertanya kepada orang tuanya yang satunya — semoga kalimat Bunda nggak bikin bingung! ;)
Nah, kira-kira jawaban apa yang kita berikan jika muncul pertanyaan seperti itu?

“Tau tuh ayah emang gitu orangnya, bla bla bla…” atau “Ih, emang si Mama tuh gitu, Nak.” Begitu kah? Hihi…tentu tidak ya.

Nah, di sini lah peran kita sebagai orang tua sekaligus pasangan (suami/istri) untuk memperbaiki atau menjaga citra pasangan kita di hadapan anak.

Kita harus dapat menerangkan alasan di balik tindakan pasangan kita. Jika ia marah, katakanlah, jelaskan bahwa amarahnya itu muncul dari kasih sayang.

Misalnya saat anak tidak mau makan pagi, dimarahi, bukan karena benci, melainkan sebenarnya mama sedang khawatir anaknya lemas atau sakit perut di sekolah.  Atau mengapa ayah marah saat si anak tidak mengerjakan sholat, itu karena ayah ingin anaknya menjadi muslim yang baik.

Atau hal-hal lainnya yang dipertanyakan oleh anak selain amarah. Misalnya, kenapa dua hari ini ibu mudah sekali menangis. Jelaskan ya, Pak, bahwa ibu sedang PMS. Hihihi.

Intinya, jangan sampai anak memiliki pandangan negatif tentang orang tua. Dan, kita dan pasangan sudah seyogyanya menjaga hal itu. Baik untuk diri sendiri maupun untuk pasangan.

Jadi sekarang sudah nggak akan ada lagi kalimat seperti di bawah ini kan?

“Iya, tuh, Daddy emang kadang nyebelin. Sukanya kalo pergi nggak bilang-bilang. Mana nggak bawa oleh-oleh lagi. Coba deh kalo bawa oleh-oleh atau nanya kita mau dioleh-olehin apa. Mommy kan bisa minta dibawain bakso bola tenis, sate, mie ayam, nasi goreng, es podeng…blablabla…!”

Hiyaaa….Mommy, jajannya banyak bener! ^,^

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
read comments