Maafin Aku ya, Bun…

Barusan, Hana diperiksa lagi di dokter karena beberapa hari ini kalau pipis terasa sakit. Ternyata ISK (Infeksi Saluran Kencing)-nya kambuh.

Karena pernah terjadi, sehingga kasus ISK ini dinyatakan berulang, DSA langganan menyarankan agar perut Hana di-USG. :( Worry deh Bunda jadinya.

Tadi, kami pun mendaftar ke DSA lainnya yang menangani USG. Mbak di bagian pendaftaran menginformasikan jadwal dan nomor urut periksa Hana, sekaligus memberi tahu berapa biayanya. Deg! Bunda kaget juga.

Dalam perjalanan ke lift, Bunda menghela napas. Mahal juga ya? ujar Bunda kepada diri sendiri.

Tiba-tiba di sebelah Bunda terdengar suara, “Maafin aku ya, Bun.”

Astaghfirullah. Bunda lupa Hana ikut menemani Bunda daftar. Kayaknya dia tahu, pengobatannya mengeluarkan biaya tak sedikit. :( Bunda jadi berkaca-kaca deh.

Nak, asalkan kamu sehat dan tidak apa-apa, Bunda bahagia. Insya Allah rejeki nggak ke mana. Aamiin.

*peluk Hana*

Mohon doa untuk Hana ya, Moms & Dads :) . Terima kasih.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
read comments

Pemeriksaan Kedua dan Terakhir dengan Dr. Didi

Malam itu, tanggal 23 Februari, Bunda merasa capek sekali. Mungkin karena terlalu memforsir diri. Mulai dari bekerja (Bunda handle 2 pekerjaan), hingga beberes rumah. Siang harinya, Bunda sempat menyikat kamar mandi.

Jam 22.00, Bunda sudah bersiap-siap tidur, ketika terasa ada yang tidak biasa di bawah sana. Bunda periksa, dan…kekhawatiran Bunda terbukti. Ada flek. Bunda segera memanggil Abi. Bunda panik sekali. Abi tampak berusaha biasa saja, tapi bingung juga, karena saat mengandung Hana dulu, hal seperti ini tidak terjadi.

Bunda pun menelepon Bidan RS Hermina, sambil minta maaf karena mengganggu malam-malam. Tapi menurut sang Bidan, tindakan Bunda sudah benar dengan mengontaknya. Sang Bidan menyarankan agar Bunda memantau terus flek itu. Jika membanyak, sebaiknya segera ke RS.

Hingga pagi tiba keesokan harinya, flek itu masih ada. Sekitar jam 8 pagi, Bunda pun mengirimkan BBM kepada Dr. Didi. Oleh Dr. Didi yang biasa Bunda panggil dengan sebutan Oom Didi, Bunda disarankan periksa saja sore itu, saat beliau praktik.

Saat diperiksa dengan USG, the baby tampak sedang bergerak-gerak seru. Alhamdulillah, menurut Oom Didi the baby baik-baik saja. Abi dan Hana yang turut mengantar tampak lega dan tertawa-tawa melihat the baby. Sayang, kami lupa mengabadikan momen itu. Karena terlalu panik dengan flek sepertinya.

Kemudian, Bunda pun periksa dalam. Ternyata masalah hanya di seputar mulut rahim.

Setelah itu, seperti biasa, kami pun mengobrol. Bunda masih khawatir dengan flek tersebut. Tapi, Oom Didi, seperti biasa juga, berhasil membuat Bunda tidak terlalu khawatir lagi.

Sore itu, Oom Didi tampak lebih segar bila dibandingkan dengan saat pertama kali Bunda konsul. Bunda senang sekali. Dalam hati, Bunda berdoa demi kesembuhan beliau. Bunda sudah membayangkan akan dibantu oleh Oom Didi lagi pada saat kelahiran kedua nanti.

Setelah mencium tangan Oom Didi, Bunda pun pulang. Di rumah, Bunda mengabarkan kepada Mama dan adik ipar, yang keduanya juga kelahirannya dibantu Oom Didi, bahwa Oom Didi tampak segar. Bunda juga memberi tahu bahwa the baby baik-baik saja, Alhamdilillah. So, everybody was happy.

Tapi, mengapa pemeriksaan kedua itu menjadi pemeriksaan terakhir dengan Oom Didi?

(To Be Continued)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
read comments

Kehamilan Kedua

Selasa, 7 Februari 2012

Alhamdulillah. Setelah tes kehamilan pertengahan bulan Januari silam dan USG pertama — yang hanya kelihatan kantung kehamilannya, tapi janinnya belum — kemarin, insya Allah Bunda resmi hamil.

Sebenarnya, pada USG luar, yang kelihatan pun masih kantung kehamilannya saja. Bunda sudah menitikkan air mata sedih. Tapi, setelah dilakukan USG transvaginal, akhirnya terlihat lah buah hati Bunda. Panjangnya masih 1.02 cm. Detak jantungnya sudah tampak. Bunda menitikkan air mata lagi. Kali ini karena haru. Sampai sekarang, sulit melupakan peristiwa saat Bunda melihat detak jantungnya untuk yang pertama kali.

Detak jantungnya senyum di bibir Bunda.

Oh ya, Bunda kembali ditangani oleh Oom Didi, alias Dr. Didi Hendrawan SPOG, dokter yang sama yang menangani Hana hampir delapan tahun silam. Meski masih dalam proses berobat, semangatnya, senyumannya, dan bijaknya jawabannya atas semua pertanyaan Bunda yang terkadang konyol masih sama. Seperti dulu, Oom Didi kembali dapat membuat hati Bunda tenang dengan semua penjelasannya.

Nggak sabar rasanya menunggu tanggal 5 Maret, sebagaimana yang dijadwalkan oleh Oom Didi. Ingin melihat lagi buah hati Bunda dan tentunya ingin bertanya lebih banyak lagi kepada Oom Didi. :)

Oh ya, yang Bunda rasakan sekarang ini adalah gampang capek, sering merasa meriang, dan lapar terus. Semenjak terakhir menimbang bulan Desember silam, hingga kemarin, Bunda sudah naik 3 kg. Hore, Bunda gendut lagi! (Alamat terkumpul lagi berat badan yang sudah Bunda hilangkan selama diet akhir tahun lalu :D ).

Mohon doa dari semua yang kebetulan membaca postingan ini agar Bunda dan si buah hati dapat sehat terus dan bisa berkolaborasi dengan apik hingga kelahiran nanti. Terima kasih. :)

Oh ya, postingan ini Bunda buat pada tanggal 7 Februari, 1 hari setelah pemeriksaan ke Oom Didi. Sengaja belum Bunda publish saat ini juga, karena satu dan lain hal.

(To Be Continued)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
read comments

Kegiatan Dongeng Hana Maret 2012

Kegiatan Hana saat mendongeng.

 Yang satu ini saat ia mendongeng di Gramedia Depok, bersama Komunitas Penggiat Budaya Mendongeng “Dongeng Minggu.” Hana kembali menjadi Awan Putih dalam DongPret, Dongeng Operet Debby Lebah.

Difoto oleh Tante Vivi, mamanya Kak Lala, seorang pendongeng remaja.

Yang satu ini saat Hana diminta mendongeng pada acara Milad Sekolahnya. Dongeng tentang KowKow Sapi Ajaib.

Difoto oleh Tante Ida, alias Syarifah Khalida.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
read comments

[Celoteh Anak] Panjangin Rambut

Suatu sore yang santai, Hana bertanya kepada bundanya.

Hana: Bun, kapan rambutku dipanjangin?

Bunda: Lho ini lagi dipanjangin.

Hana: Ya enggak lah. Ini didiemin aja.

Bunda: Ya nggak dipotong itu artinya nggak dipanjangin.

Hana: Maksudku, dipanjangin di salon.

Bunda: Mana bisa rambut dipanjangin? Ya paling ditungguin aja, lama-lama juga panjang.

Hana: Bisa, Bunda. Itu, Nirina Zubir aja bisa. Rambutnya ditambahin jadi panjang, di salon.

Bunda: *Gubraks* Kok lebih gaul Hana ya daripada Bunda? *Sigh*

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
read comments