Dokter Jantung Anak

gambar jantungSeperti kita tahu, anak Bunda, Muhammad, lahir dengan PJB, Penyakit Jantung Bawaan. Muhammad dirawat di PJT (Pusat Jantung Terpadu) RSCM selama seminggu pertama kehidupannya. Alhamdulillah setelah dioperasi pasang alat pacu, jantung Muhammad dapat bekerja seperti jantung normal lainnya.

Dua orang dokter yang menangani Muhammad adalah DR. dr. Mulyadi M. Djer , Spa(K) dan dr, Rubiana Sukardi Sp.A(K).

Dr. Mulyadi yang menangani Muhammad saat lahiran dan mendeteksi adanya bradikardi (denyut lemah) dan dr. Rubiana yang menangani operasi pemasangan alat pacu.

Ada lagi seorang dokter jantung anak yang Bunda kenal via socmed, yaitu dr. Piprim B. Yanuarso, Sp.A(K). Status-status dan tweet-nya menarik untuk diikuti. Bunda juga baru berkenalan di Facebook dengan dr. Najib Advani, Spa(K).

Berikut ini jadwal dan tempat praktik mereka:

  • DR. dr. Mulyadi M. Djer , Spa(K), praktik di PJT RSCM Senin-Jumat dengan perjanjian, RSIA Hermina Jatinegara hari Selasa-Kamis-Sabtu (Selasa-Kamis sore jam 5-6, Sabtu pagi jam 8), RS MH Thamrin Senin-Rabu-Jumat jam 6 sore, RS Mitra Keluarga Kelapa Gading dengan perjanjian.
  • dr, Rubiana Sukardi Sp.A(K), praktik di PJT RSCM Senin – Jumat (08:00 – 14:00), RS Siloam Kebon Jeruk hari Sabtu jam 11.
  • dr. Piprim B. Yanuarso, Sp.A(K), praktik di PJT RSCM Senin – Jumat (08:00 – 14:00), Rumah Echo milik beliau di Jl. Inpres 81 Jakarta Timur Senin-Sabtu (kecuali Jumat) jam 5 sore, RSIA Hermina Bekasi Senin-Rabu jam 19.30 dan Jumat jam 5 sore.
  • Dr. Najib Advani SpA (K), MMed. (Paed), praktik di PJT RSCM Senin – Jumat (08:00 – 14:00), RS Omni Sabtu jam 9 pagi, beliau adalah dokter jantung anak yang mendalami penyakit kawasaki.

Untuk mendaftarkan diri dengan dokter-dokter yang Bunda sebut di atas, bisa kontak PJT RSCM di 021-3901669 atau langsung aja ke http://www.heartcenter.co.id/mnu-contactus.html. Oh ya, karena rata-rata mereka juga aktif sebagai dosen di FKUI, pastikan sudah membuat janji lebih dulu ya.

Sekedar mengingatkan, Bunda kutip sharing dr. Piprim:

Dilaporkan PJB terjadi pada 1 dari 100 bayi yang lahir. So, please, saat imunisasi mintalah dokter untuk mendengarkan suara jantung dengan seksama, jangan hanya disuntik saja ya.

Photo by: Tory Byrne, US

Resep Cemilan Bayi dan Batita Alergi Susu Sapi

foto-pepayaMuhammad alergi susu sapi. Untuk susunya Bunda pakai neocate. Nah, yang agak repot adalah cemilannya. Karena, rata-rata resep cemilan bayi dan batita mengandung susu.

Setelah browsing, Alhamdulillah Bunda menemukan beberapa resep cemilan untuk bayi dan batita yang alergi susu sapi. Ini dia di antaranya:

Ya, semua resep di atas tanpa susu, jadi aman untuk bayi atau balita yang alergi susu sapi. Oh ya, semua resep itu Bunda dapatkan di AyahBunda.co.id.

Photo by: Marco van Addler

7 Tips untuk Bunda dengan Bayi Aktif

anak aktif antengBayi mungil Bunda, Muhammad, kebetulan adalah anak yang aktif. Beda dengan kakaknya, Hana, yang lebih anteng dan mudah dikontrol saat kecil dulu.

Hana akan duduk diam jika diberi buku, mainan yang membutuhkan konsentrasi seperti puzzle dan sejenisnya, atau dipasangkan DVD Barney. Iya, kadang ada juga sih nggak bisa diemnya, tapi perasaan nggak terlalu heboh.

Sementara Muhammad, wah…! Alhamdulillah nggak bisa diem — bersyukur karena pas dia sakit dan diem aja, Bunda stres! Hehe! Tingkah anak beda-beda gitu, ya? :)

Nah, saat browsing, kebetulan Bunda menemukan beberapa tips yang kayaknya bisa diaplikasikan ke Muhammad. Ini dia 7 tips menghadapi anak/bayi/batita aktif:

  1. Ajak main di tempat yang ‘aman.’ :) Jujur, rumah kami kuecil banget. Udah gitu, parahnya, Bunda tipe yang seneng nyimpen barang-barang. Nah, kotak pun ada di mana-mana. Tapi Alhamdulillah, Bunda punya tempat aman untuk ngajak main Muhammad. Di kamar Hana. Di situ, walau ada barang-barang juga, tapi relatif aman buat Muhammad.
  2. Alihkan perhatian. Kadang, sebagai anak aktif, maunya dia ya manjat-manjat, merangkak ke sana-sini, merembet ke mana-mana. Nah, kalo Bunda lagi sueger dan nggak capek, ya diladenin juga. Atau dibiarin. Tapi kadang kan Bunda begadang buat kerja. Kalo udah gitu, teler deh…dan akhirnya Bunda coba alihkan perhatian Muhammad ke benda-benda yang dia tertarik.
  3. Perhatikan yang dia suka. Setelah kami perhatikan, Muhammad paling suka ngoprek — like father like son. Kalo punya mainan, kalo udah bosen, dia tertarik banget tuh buat peretelin itu mainan. Nah, akhirnya kami carikan benda-benda yang bisa dia peretelin. Anteng deh habis itu.
  4. Konsisten. Bunda mencoba untuk konsisten. Kayak misalnya Muhammad mau panjat lemari buku, ya nggak dikasih. Hihi. Mau dia nangis kayak apa, gak dikasih. Kan ada tuh, yang nurutin, sambil dipegangin. Wah, kalo gitu, nanti dia pikir itu nggak apa-apa. Padahal kan, bahaya.
  5. Dibikin simpel. Batita itu, kalo kita jelasin panjang lebar, yang ada mereka bengong doang. Nah, Bunda coba bikin simpel aja alasan kenapa gak boleh. Misalnya soal manjat lemari buku tadi. Bunda akan bilang, “Bahaya, jatuh, sakit,” sambil usap kepala — Muhammad paham kalo kepala sakit itu diusap. Kadang sih, dia juga cuma bengong, lalu tetep mau panjat. Tapi ada kalanya dia mengurungkan niatnya.
  6. Perhatikan makanannya. Pewarna makanan, pemanis buatan, itu semua bikin anak jadi lebih aktif. So, sebaiknya dihindari. Juga perhatikan nih, misalnya dia habis makan makanan A, kayak apa reaksinya. Jadi lebih tenang atau makin aktif?
  7. Jangan dibikin emosi/stres. Hihi, gaya, ngasih saran supaya gak stres. Yah, namanya juga usaha ya. Paling gak, kalo udah usaha, stresnya sehari gak 10 kali, tapi 9 kali aja. #eh

Lagipula, sebenarnya anak aktif itu baik buat dia. Dari yang Bunda baca di sini:

Banyak gerak membuat anak cerdas karena gerak membuat anak terlatih. Semakin sering dilatih, fungsi otak akan berkembang.

Yuk, ajakbayi/anak bergerak…hihi kali aja badan bisa agak kurusan… *you wish, Bun!* :D

 

1 2 3 86