10 Bulan yang Indah

Alhamdulillah, 10 bulan lebih Muhammad dapat ASI. Hanya 10 bulan? Iya, itu pun udah bersyukur banget. Waktu Hana hanya dapat 3 bulan.

Untuk Muhammad, bahkan mungkin sebenarnya yang maksimal hanya 3 – 4 bulan. Tapi berkat kegigihan Bunda, masih dapat 10 bulan.

Sayangnya, kegigihan itu bayarannya mahal juga. Sejak usia 5 bulanan, berat Muhammad bisa dibilang stuck. Bahkan, belum lama ini salah seorang DSA yang menangani Muhammad bilang, pertumbuhannya terhenti sejak usia 4 bulan. Deg!

Berangkat dari kekhawatiran Bunda, kami konsul ke beberapa DSA. Mulai dari spesialis jantungnya, untuk memastikan apakah berat Muhammad yang tidak naik-naik itu akibat jantungnya — dan ternyata setelah dicek bukan, kondisi jantungnya baik. Juga konsul ke DSA ahli gizi pertama. Juga konsul ke DSA langganan yang biasa menangani Hana dan Humaidah untuk second opinion — dan Muhammad dites mantoux untuk lihat ada TBC atau nggak dan tes urin untuk cek ada ISK atau nggak, Alhamdulillah dua-duanya enggak. Dan terakhir ke DSA ahli gizi kedua yang dirujuk para DSA lainnya.

Kedua ahli gizi ternyata berpendapat sama. ASI Bunda tidak lagi mencukupi kebutuhan Muhammad. Saat usia Muhammad 7 bulan, ahli gizi pertama masih negosiasi dengan Bunda untuk mengganti ASI dengan formula. Bunda masih keukeuh, bahkan memperbanyak frekuensi makan dan ASI. Tapi memang tidak ada hasil yang signifikan.

Ahli gizi kedua tidak pakai negosiasi lagi. Langsung ultimatum Bunda, kalau tidak berhenti ASI, kita nggak bisa kejar pertumbuhannya. Kata sang ahli, yang kita kejar bukan hanya berat tubuhnya yang nantinya diperlukan untuk perkembangan otot yang menopang kegiatan motorik Muhammad, tapi juga perkembangan otaknya. Bunda pun langsung menurut.

Minggu pertama, selain susu formula hypoalergenic karena Muhammad alergi, Bunda masih kasih ASI. Benar juga ya, lepas ASI itu yang berat di Bunda-nya. Bonding yang tercipta dari kegiatan ng-ASI itu memang memberikan kenyamanan bukan hanya di bayi tapi juga pada sang ibu. Setiap Muhammad mau tidur, Bunda tetap memberi ASI.

Walau begitu, berat Muhammad naik cukup signifikan. Minggu kedua Bunda masih kasih ASI, tapi perasaan berat Muhammad kok masih segitu aja. Minggu ketiga Bunda usaha keras lepas ASI. Paling hanya satu atau dua kali selama seminggu itu. Dan, berat Muhammad tidak naik sesuai harapan.

Oke, Bunda bertekad. Dan minggu keempat ini sama sekali tanpa ASI. Kerasa kalo digendong, berat Muhammad beda :). Itu karena Muhammad jadi lebih banyak minum formulanya. Per hari bisa hampir 25 sendok takar. Muhammad akan cek lagi ke sang ahlli gizi minggu depan. Semoga naiknya lebih signifikan lagi.

Pupus sudah harapan memberi ASI 2 tahun untuk Muhammad. Tapi semua demi kebaikan Muhammad.

Muncul pertanyaan, kenapa ASI Bunda bisa tidak mencukupi kebutuhan Muhammad?

Ahli gizi pertama menanyakan apakah Bunda ada pikiran. Dan, ya, memang ada. Selain itu, Bunda juga mengambil pekerjaan dobel. Bisa jadi stres dalam pekerjaan menjadi salah satu penyebabnya. Lalu, Bunda pun menghentikan salah satu pekerjaan itu. Tapi tidak ada pengaruhnya. Berat badan Muhammad masih belum bisa naik.

Ahli gizi kedua berpendapat, memang hanya sampai situ Bunda bisa ng-ASI. Bunda pun tanya, kenapa orang lain bisa sampai 2 tahun dan anaknya baik-baik saja, Bunda enggak? Menurut beliau, setiap orang berbeda-beda. Bunda semestinya bersyukur masih bisa ng-ASI sampai 10 bulan ini walaupun hasilnya tidak maksimal di Muhammad. Ah, iya juga ya.

Menurut ahli gizi kedua, faktor penyebab lainnya adalah pola makan yang salah. Dan akhirnya pola makan Muhammad diubah lagi dari kebiasaan yang ada. Soal pola makan ini akan Bunda bahas di postingan berbeda — insya Allah akan ada waktunya, hehe.

Jadi, yah, Alhamdulillah bisa ng-ASI selama 10 bulan. Tapi…hihi…kemaren saking kangennya ng-ASI, Bunda kasih sebentar ke Muhammad. Dan, dodolnya Bunda, karena udah nggak ng-ASI, kemarin-kemarin itu, makan nggak dijaga. Biasanya dulu kan nggak makan ikan laut (termasuk ikan asin, udang, terasi, dll) dan susu (keju, butter, dan turunan lainnya) karena Muhammad alergi. Jadilah Muhammad merah-merah dan bentol-bentol. Maaf ya, Dek.

Semoga tanpa ng-ASI pun, bonding kita tetap kuat ya, Nak. :) Aamiin.

Foto: 24 Mei 2013, saat Muhammad berusia 8.5 bulan.



Mari Berbagi
(Visited 73 times, 1 visits today)
, , , , ,
4 comments on “10 Bulan yang Indah
  1. Shasa dulu minum ASI hanya 11 bulan… :(
    Dia lebih suka formula karena produksi ASIku gak banyak

    Oya… sekalian mau ngucapin :
    Taqabbalallahu minna waminkum
    Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1434 H.
    Mohon Maaf lahir dan bathin

  2. Kayaknya itu yang terjadi juga dengan anak pertamaku, Hana. Malah cuma dapat 3 bulan. Tapi yang penting sekarang mereka sehat ya. Aamiin :).

    Sama2 ya, Mom. Mohon maaf lahir batin juga bila ada postingan atau komen yang tak berkenan di hati :).

    Makasih udah mampir yaaa…

  3. mau tanya ni bun ..
    kalo seorang anak baru lahir ya baru seminggu lebih tp di kasih susu beli apa efeknya yaa..
    dan selama itu g” pernah di kasih susu asih seorang ibu .

    • Sebaiknya ASI, Pak, karena ASI mengandung antibodi yang penting bagi bayi, terutama usia 0 – 6 bulan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *