Alasan Anak Homeschooling

Ceritanya beberapa hari belakangan Bunda sedang mencoba homeschooling untuk si anak kecil Muhammad. Alasannya, karena Bunda memang belum berniat anak-homeschoolingmenyekolahkan Muhammad di sekolah formal. Mungkin nanti saja saat SD, setelah daya tahan tubuh anak semakin kuat.

Ternyata Muhammad seneng banget bisa belajar sambil bermain di rumah. Untuk minggu kemarin ini, Bunda mengajak Muhammad menempel berbagai bentuk kertas. Ada persegi panjang, bujur sangkar, segitiga, dan lingkaran.

Awalnya, Bunda masih membantu Muhammad membubuhkan lem dan menempel. Seperti pada foto di samping ini.

homeschooling-playgroupTapi besoknya, ternyata Muhammad sudah bisa dilepas. Bunda membuat lebih banyak bentuk dan menyediakan kertas yang lebih besar. Di samping itu, Bunda juga menggambarkan bentuk-bentuk tersebut di kertas. Muhammad bisa mencocokkan gambar, membubuhkan lem, dan menempel sendiri.

Sebenarnya, Bunda juga sekalian ngetes sih, Muhammad bisa mencocokkan atau enggak. Ternyata bisa.

Untuk hari ini, kegiatan kami lebih ke membaca buku. Untung beberapa koleksi Kakak Hana masih Bunda simpan. Muhammad seneng banget saat Bunda mengeluarkan beberapa buku dari container. Tentu kalau anak hepi, Bunda lebih hepi lagi! :)

Oh ya, sebenarnya alasan orang tua memilihkan homeschooling untuk anak beragam, lho. Ini ada beberapa contohnya:

  • Mengajarkan sendiri anak mereka, orang tua yakin bisa memiliki lebih banyak waktu berkualitas dengan si anak. Sehingga dapat mempererat hubungan orang tua dan anak.
  • Degan homeschooling, orang tua berharap anak lebih dapat berkembang sesuai dengan minat dan bakatnya.
  • Diharapkan, dengan homeschooling, anak dapat belajar dengan cara yang lebih menyenangkan dan tidak kaku.
  • Homeschooling dapat mendidik anak untuk lebih mandiri dalam belajar karena ia sendiri yang merasakan kebutuhan untuk belajar.

Tapi dari pengalaman seminggu bermain homeschooling-homeschooling-an dengan Muhammad, ada satu hal yang paling penting yang tak boleh dianggap sepele. Yaitu komitmen. Jangan sampai saat harusnya jawdal anak belajar, tiba-tiba ada tetangga mengajak ngobrol, lalu kita layani. Sehangat apapun gosip yang tetangga bawa, akan lebih hangat pelukan anak saat selesai belajar. 😉

Bunda belum tahu akan bertahan seberapa lama homeschooling ala-ala ini.  Tapi selama kami berdua seneng-seneng aja, insya Allah lanjuttt!

Mari Berbagi
(Visited 10 times, 1 visits today)
, , , , , , , , ,
4 comments on “Alasan Anak Homeschooling
    • Iya, Dew. Apalagi saat ngelihat sendiri pencapaian anak. Dari sebelumnya nempel-nempel nggak bisa, terus besoknya bisa. Seneng! :)

    • Iyaaa…banget. Ini juga aku masih sulit menerapkan komitmen itu. Secara sambil jualan batik. Haha. Saat HP bunyi tang ting tung, berusaha dicuekin dulu. :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *