Anak Mampu Mengatasinya
Terkadang kita sebagai orang tua meng-under estimate anak sendiri dengan prasangka-prasangka kita. Ah, paling dia nggak bisa begini, nggak kuat begitu, dsb.
Tapi, padahal, anak memiliki beragam cara yang ia kembangkan sendiri dalam dirinya untuk mengatasi banyak hal.
Salah satu yang baru saja dialami Bunda Hana adalah saat mereka sekeluarga pergi ke Sea World.
Sekitar satu setengah tahun yang lalu, Hana sudah pernah diajak ke Sea World dalam rangka perayaan ulang tahun sepupunya. Namun, di sana ia ‘bertatap muka’ dengan salah satu ikan terbesar yang ada, ikan Arapaima dari Sungai Amazon. Dia shock karena merasa dihampiri oleh ikan sebesar itu.
Setelah itu, ia hanya mau mendekati ikan-ikan kecil di Aquarium di dinding Sea World. Dia juga mendekati aquarium ikan piranha karena kecil-kecil, padahal sih ya ikan ganas gitu.
Dan, belum lama ini kami diberi hadiah voucher Sea World dari Majalah ALiF karena pertanyaan Hana dimuat dan dijawab di majalah tersebut. *Terima kasih ya, ALiF!*
Awalnya si Bunda sempat ragu untuk menggunakan tiket-tiket tersebut. Tapi, menurut Abi, justru bagus untuk terapi buat Hana.
Kami pun pergi ke Sea World tanggal 15 Maret lalu.
Benar saja, saat masuk, Hana sempat histeris karena melihat ikan Arapaima di kiri. Lebih parah, ia hanya mau duduk di pojok, dekat aquarium ikan kecil dan tak mau ke mana-mana.
Bunda pasrah. Hampir mengajak pulang.
Tapi, entah bagaimana ceritanya, perlahan-lahan, Hana seperti mencoba mengatasi rasa takutnya. Ia akhirnya mau duduk di Aquarium utama meski ada ikan pari dan penyu yang besar-besar.
Hana berusaha terlihat excited. Ia terus berbicara. Lucunya, bicaranya keras sekali. Beberapa orang menengok.
Abi menyuruh Bunda untuk membiarkan. Menurut Abi, itu cara Hana mengalahkan ras atakutnya.
Benar saja, kurang dari satu jam kemudian, rasa takut itu sepertinya mulai memudar dan Hana mulai menikmati kunjungannya di Sea World.
Bunda, sejujurnya, takjub. Ia tak menyangka Hana dapat mengatasi ketakutannya dan kunjungan itu jadi begitu menyenangkan.
Kesimpulannya, seperti orang dewasa, anak pun punya cara sendiri dalam mengatasi segala sesuatu. Memang, ada yang hasilnya memuaskan, ada yang kurang memuaskan.
Tapi, yang penting adalah membiarkan anak mencoba dan melewati proses itu. Toh dalam hidupnya nanti ia akan berhadapan dengan berbagai persoalan yang harus ia atasi. Jadi, tak ada salahnya kan berlatih sejak kecil?










bener mbak setuju. Keke juga pernah ngalamin ketakutan wkt ke sea world. Dia takut wkt msk terowongannya itu. Mungkin berasa aneh aja kali ya ada ikan di sekeliling dia. Trus wkt tgl 17 kemaren sekolahnya ngadain jalan2 ke sea world tadinya Keke gak mau ikut, katanya takut. Ya udah sy sie gak maksa.. paling sy jelasin aja kl gak ada yg perlu ditakutin di seaworld. Pas hari H Keke akhirnya mau ikut sendiri. Malah dia gak masalah gak ditemenin sm sy (sy nunggu diluar), walopun pas masuk dia diem aja. Tapi begitu keluar dari sea world udah mulai keliatan lagi deh cerianya. malah kt bbrp ibu yg ikut nganterin masuk, Keke sama aja kyk temen2nya yang lain pada gak mau diem. Lari sana-sini. Liat ikan2, pada kesenengan mereka. Alhamdulillah.. sy juga mikir, gimana kl wkt itu sy paksa mungkin bukan keberanian yg dateng tp dia malah semakin takut & marah kali ya..
hmmm….pelajaran tambahan baru lagi nih dari bundanya hana…
waah makasih bunda atas sharingnya , jadi tambah ilmu lagi nih.
@ Bunda Chi: Wah, makasih sharingnya, Mbak. Aku tadinya takut kalo Hana satu2nya anak yang takut @ SW. Tapi, setuju banget, biar mereka menyesuaikan diri dengan cara mereka sendiri ya? It’s the best.
@ Bunda Silvi: Hehe…cuma sharing aja kok, Mbak
@ Bunda Farras: Sama2
Dengan sharing, aku juga jadi nambah ilmu ni.