Anak Nakal?
Dari visitor report, aku menemukan ada yang mencari di yahoo dengan kata kunci “anak nakal.”
Agak aneh juga secara kayaknya nggak pernah ada kata tersebut di sini. Setelah ditelusuri, ternyata deskripsi yang ditangkap Yahoo! adalah:
“Tingkah Anak. Situs yang memuat segala tingkah anak. Jalan … Anak dan Lego … Anak dan Pengantin. Hana adalah seorang anak yang punya hobi unik: kondangan. …”
Nggak ada kata nakalnya kan?
Tentang anak nakal. Aku percaya bahwa di dunia ini nggak ada yang namanya anak nakal. Ingat, nggak ada.
Lalu, gimana dengan anak yang bertingkah dan berbuat hal-hal yang kurang menyenangkan?
Aku jadi tersenyum lagi.
Berdasarkan pengamatanku–sebagai orang awam ya, bukan sebagai psikolog, dan sebagai seorang ibu dari seorang anak kecil yang tingkahnya ‘lucu-lucu’–, pada dasarnya, mereka hanya mencari perhatian atau sedang bereksplorasi.
Sejak Hana kecil, aku biasakan untuk bertanya, “Hana lagi cari perhatian ya?”
Dan, karena terbiasa jujur menjawab dengan anggukannya yang
menggemaskan itu, sampai sekarang setiap kali ia agak berulah dan aku tanya, ia akan jujur juga dengan menjawab, “Iya, Hana lagi cari perhatian Bunda.”
Entah ini bisa diterapkan ke setiap anak atau nggak. Tapi, paling tidak, aku sebagai ibu lebih mudah mengenali penyebab di balik tingkah anak. Dan, insya Allah jadi lebih tenang menghadapinya.
Mengenai eksplorasi. Ini juga terkadang membuat orang tua stress. Barang A dipindah ke tempat lain, barang B tiba-tiba sudah berubah bentuk, barang C menghilang entah ke mana.
Itukah yang disebut dengan nakal? Bukan.
Justru kita sebagai orang tua harus bersyukur. Itu tandanya anak kita memiliki daya eksplorasi yang tinggi.
“Tapi, dia membuat barang kesayangan saya pecah,” keluh si orang tua.
Aku akan merespon, “Oh ya? Memangnya di mana barang itu diletakkan?”
Terkadang orang tua menyalahkan anak atas kesalahannya sendiri. Ya kalau tidak mau diapa-apakan oleh anak, barang yang dimaksud sebaiknya disimpan di tempat yang tidak dapat dijangkau anak, ya kan?
Aku selalu mengingatkan Abi untuk menyimpan barang dagangannya (hardware komputer) di lemari. Karena, aku kenal betul dengan anakku. Hana akan mengeksplorasi segala hal baru atau benda-benda yang menarik perhatiannya.
Jadi, kalau nggak mau benda itu menjadi obyek eksplorasi anak, sebaiknya letakkan di tempat yang tidak bisa ia jangkau. Atau, jika anak sudah bisa diajak bicara (seperti Hana yang sekarang berusia 4,5 tahun), jelaskan padanya benda apa yang tak boleh ia sentuh beserta alasannya.
Jangan pernah men-judge anak sebagai anak nakal. Ingat, anak itu seperti kertas putih. Apa yang kita, sebagai orang tua, torehkan di atasnya, itulah bagaimana anak kita nantinya.
Ket gambar:
- Gambar 1: foto Hana (ya iyalah).
- Gambar 2: foto meja rias yang sudah ‘dieksplorasi‘ oleh Hana.
- Gambar 3: foto nakas yang sudah dipenuhi dengan benda-benda yang sebelumnya berada di meja rias.
- Gambar 4: foto boneka Hana yang ‘disuruh berpose’.
- Alasan: katanya, Hana lagi memajang benda-benda itu untuk dia potret. Belakangan dia memang tertarik dengan photo and video shooting menggunakan HP Bundanya.
- Fotografer: Hana








setuju. Sebenernya gak ada anak yg nakal. Kita aja sbg org dewasa yg suka memberikan julukan2 itu. Walopun sy kadang suka marah ‘ma anak2, tp kl dipikir2 lagi kadang apa yg mereka perbuatan itu bukan krn merekanya nakal tapi krn mrk gak ngerti y. Atau rasa ingin tahunya yg tinggi. Makanya kl kita marahin mereka, mereka itu kadang suka gak ngerti dimana letak kesalahannya. Akhirnya mereka suka ikutan ngambek juga
Setuju, Mbak…
wahh postingannya menarik nechh….utk referensi klo ina udah besar nanti…mksh bunda…salam kenal ya
Sama2, Mbak…
Salam kenal juga.
saya tertarik dengan pertanyaan “…lagi cari perhatian ya?” pada sang anak.
mengajarkan kejujuran dan pengenalan terhadap dirinya sendiri.
saya juga lagi cari perhatian nih….
@ Oom Abdee:
iya, biar lebih mudah mengidentifikasikan maunya anak…
@ Oom Denologis: Hahahaha…seperti Hana dong ya?
mendidik anak sangat perlu untuk hati-hati, jangan sampai salah dalam mendidik anak sehingga membuat anak menjadi orang yang pesimis, minder dan lain-lain.karena didikan ortu dapat membentuk kepribadian anak.
Bener bunda…saya setuju….anak kita bagaikan lembaran kertas putih….bagaimana bijaksana dan sabarnya saja…qt bisa ndidik mereka…salam kenal bunda…web nya sangat membantu..:))
satuja…….satuja sekali…..tidak ada yang namanya anak nakal yang ada adalah anak yang kelebihan energi, sehingga tangannya ingin sekali mengeksplorasi apa yang ada di depan matanya. sehingga jadi orang tua yang harus sabar dan mengarahkan anak yang kelebihan energi ini.
menurut saya jika anak tidak nakal itu bukan anak anak nama nya he,he, dasar anak ada aja tingkah laku nya