BAB Ada Darah akibat Alergi

Sebenarnya, pup atau bab ada darahnya bukan hal baru bagi Bunda. Muhammad sebelum ini pernah mengalami. Tapi yang bikin deg-degan adalah keponakan Bunda pernah dirawat di rumah sakit dengan kasus sama.

Muhammad dan sepupunya memang punya riwayat alergi yang ternyata serupa. Alergi susu sapi, soya, telur, dll. Bahkan sekarang sepupu Muhammad sudah lebih ketat lagi diet untuk alerginya. Untungnya, ummi si sepupu ini rajin dan perhatian banget. Selalu membuat makanan sendiri untuk anaknya.

Bunda akui, Bunda agak lebih santai, kalau misalnya Muhammad merengek minta sesuatu, Bunda beri. Harusnya enggak, sigh! Sekarang, saat BAB atau pup Muhammad ada darahnya, Bunda tegang. Payah, deh!

Jadi, barusan Bunda browsing lagi tentang masalah pup berdarah dan anak alergi ini. Ketemulah (lagi) dengan blog dr. Widodo dengan postingan berjudul Berak darah Pada Bayi usia 0 – 12 bulan disebabkan Alergi-Hipersensitif Makanan.

Berikut ini kesimpulan awam ala Bunda dari postingan tersebut:

  • Bersama DSA langganan, lakukan anamnesa (mengetahui riwayat penyakit penderita) dan pemeriksaan yang cermat tentang riwayat keluarga, riwayat pemberian makanan, tanda dan gejala alergi makanan sejak bayi, dan dengan eliminasi dan provokasi.

Simple-nya, kepada DSA (dokter spesialis anak) langganan, ceritakan semua riwayat alergi keluarga, terutama orang tua, bahkan kakak, kakek-nenek, juga oom-tante. Coba juga ingat-ingat selama satu-dua hari belakangan anak makan apa dan perhatikan ingat-ingat juga apakah selama ini ada gejala alergi lainnya seperti napas grok-grok, kulit kemerahan, atau biang keringat.

  • Pastikan penyebab pup anak berdarah dengan mengamati secara lebih cermat:
    • INFEKSI SALURAN CERNA (DISENTRI, AMUBA), cirinya saat hari pertama frekuensi darah dalam feses sedikit selanjutnya  hari ke dua dan ke tiga sering dan bertambah banyak. Gangguan ini perlu antibiotika (pastinya pemberian antibiotik HARUS dari dokter ya).
    • HIPERSENSITIF SALURAN CERNA  (dipicu infeksi di luar saluran cerna seperti demam, flu, batuk, pilek), cirinya bila berak darah hanya timbul saat hari pertama dan saat hari ke dua dan ke tiga semakin berkurang dan membaik tanpa pemberian antibiotika. Gangguan ini tidak perlu antibiotika. (Note: Saat ini Muhammad tidak ada demam, flu, batuk, pilek siy, tapiii di pahanya ada kemerahan dan kasar, kayak mau eksim/dermatitis atopik gitu. Dulu Hana pernah, jadi Bunda rada pengalaman, sementara ini diolesin minyak zaitun sudah berkurang siy).

Ceritakan dengan mendetil pola BAB anak. Makanya kita sebagai orang tua bahkan kadang perlu mencatat, supaya saat nanti diskusi dengan dokter, datanya lebih akurat. Agar nanti dokter tidak salah diagnosa dan belum apa-apanya anak kita sudah kena antibiotik, padahal tidak perlu. Memang sih, kayak suster banget ya semua-mua dicatat, tapi kan di rumah kita memang tugasnya sebagai suster/perawat buat anak kita yang lagi sakit. :)

  • Lakukan “Eliminasi Provokasi Makanan Terbuka Sederhana.” Bila setelah dilakukan eliminasi beberapa penyebab alergi makanan selama 3 minggu didapatkan perbaikan dalam gangguan pup atau BAB berdarah tersebut, maka dapat dipastikan penyebabnya adalah alergi makanan.

Saat Muhammad bayi, usia 1 bulanan, napasnya bunyi grok-grok dan kulitnya bentol-bentol merah. Karena masih ASI, Bunda deh yang melakukan Eliminasi Provokasi Makanan Terbuka Sederhana. Ceritanya ada di SINI.

Namun, dr. Widodo juga mengingatkan, “Penghindaran makanan penyebab alergi pada bayi harus dicermati secara benar, karena beresiko untuk terjadi gangguan gizi. Sehingga orang tua penderita harus diberitahu tentang makanan pengganti yang tak kalah kandungan gizinya dibandingklan dengan makanan penyebab alergi. Penghindaran terhadap susu sapi dapat diganti dengan susu soya, formula hidrolisat kasein atau hidrolisat whey, meskipun anak alergi terhadap susu sapi 30% diantaranya alergi terhadap susu soya. Sayur dapat dipakai sebagai pengganti buah. Tahu, tempe, daging sapi atau daging kambing dapat dipakai sebagai pengganti telur, ayam atau ikan. Pemberian makanan jadi atau di rumah makan harus dibiasakan mengetahui kandungan isi makanan atau membaca label makanan.”

Ini pernah kejadian dengan Muhammad saat dia masih bayi. Karena Bunda pantang ini-itu, Muhammad sempat kekurangan gizi. Hiks. Sehingga kami bahkan sampai konsul ke dua orang dokter spesialis anak ahli gizi. Tapi Alhamdulillah sekarang sudah agak terkejar, walaupun kata DSA langganan Muhammad, Bunda masih perlu kerja keras lagi supaya Muhammad bisa lebih berisi.

Oh ya, dalam melaksanakan step-step di atas, diskusikan lagi dengan DSA langganan, ya. Supaya tidak salah langkah.

Berdasarkan kesimpulan Bunda di atas, yang perlu Bunda lakukan dengan Muhammad sekarang adalah memperketat diet eliminasinya.

Foto oleh Mario Alberto Magallanes Trejo

Mari Berbagi
(Visited 2,539 times, 3 visits today)
, , ,
3 comments on “BAB Ada Darah akibat Alergi
  1. Pingback: Tingkah Anak | Di Mana Membeli Makanan Bebas Alergi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *