Bagaimana Cara Punya Anak Penulis?

anak-jadi-penulis

Koleksi buku Hana

Belum lama ini Bunda ditanya seorang teman, bagaimana, sih, caranya supaya anak jadi penulis? Wah, Bunda terdiam sejenak sebelum akhirnya menjawab.

Dan, kira-kira seperti ini jawaban Bunda:

Pada dasarnya anak mencontoh. Jika kita sebagai orang tua juga suka membaca dan menulis, anak pun ikutan tertarik melihat keasyikan kita dengan dunia buku. Sehingga, setelah itu minatnya tumbuh dengan sendirinya.

As simple as that?

Iya, memang. Karena, Bunda sendiri tidak pernah menyuruh Hana menjadi penulis. Minatnya tumbuh setelah dia membaca buku KKPK Dar Mizan dan dia ingin seperti penulis cilik lainnya, menerbitkan buku. Akhirnya, dengan uang angpaw Lebarannya sendiri, dia ikut workshop menulis. Sejak saat itulah, dia semakin menyukai dunia penulisan.

Mungkin belakangan bisa juga dilihat, ibunya penulis, anaknya juga jadi penulis. Bukan, bukan karena kami menyuruh, apalagi memaksa. Tapi keinginan itu datang dari diri si anak sendiri.

Kami hanya menyemangati dan mendukung kegiatannya yang berkenaan dengan dunia menulis. Tidak ada penekanan, apalagi ikut membantu menuliskan. Aduh, jangan sampai, deh.

Seorang penulis dan editor, Mbak Triani Retno, yang anaknya, Sarah, baru saja menerbitkan buku seri PCPK Noura Books yang berjudul CLAUDIA VS NADIA, menekankan dalam postingan FB-nya:

“Jadi, nggak ada deh saya bikinin naskah dia, baik yang reguler apalagi yang untuk lomba. Kalau saya melakukan yang terakhir ini, sama aja artinya saya menjerumuskan dia ke jurang kepalsuan dan kebanggaan semu.”

Setuju banget sama Mbak Eno (panggilan kesayangan Triani Retno). Kayak Bunda, sering diajak Hana diskusi atau brainstorming ide-ide ceritanya. Tapi, tahu, nggak? At the end, dia seringnya bilang, “Nggak bisa gitu, Bunda. Itu terlalu aneh,” jika saya kasih masukan tentang idenya itu. Haha! Mungkin beda generasi, jadi apa yang saya anggap wajar, sudah aneh di matanya. (Lha, Bunda kecil jaman Betharia Sonata, dia jaman Gita Gutawa, wkwkwk!)

Akhirnya, Bunda biarkan dia suka-suka saja dalam menulis. Kalo orang Jawa bilang, sak-karepmu (bener nggak, sih? Ini bukan orang Jawa, sok boso Jowo hihi).

Jadi, kembali ke bahasan awal, gimana cara punya anak penulis? Ya, sebaiknya AyBun mencoba untuk senang menulis juga — mungkin bisa diawali dengan menuliskan semacam status FB yang lebih panjang dan bermakna hihi. Atau, kalau itu agak susah, well, minimal AyBun coba untuk mulai suka membaca kali, ya? Masih susah juga? Ada yang lebih gampang, sesekali ubah lokasi rekreasi keluarga ke toko buku atau perpustakaan. Biarkan anak mengeksplor sendiri di sana.

Hihi, yang terakhir ini, gampang buanget, kan? 😉

(Note: Foto di atas bukan buku yang Hana terbitkan, ya, melainkan koleksi buku KKPK dan PCPK Hana sampai tahun 2013, saat foto tersebut diambil.)

Mari Berbagi
(Visited 3 times, 1 visits today)
, , , ,
4 comments on “Bagaimana Cara Punya Anak Penulis?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *