Bagaimana Perasaan Orang Tua Delegasi Konfa Bobo?

Jangan ditanya bagaimana perasaan orang tua delegasi Konfa (Konferensi Anak) BOBO. Pasti campur aduk. Ada yang terharu (seperti Bunda), senang, kagum, takjub. Tapi yang pasti, bersyukur banget.

Saat Hana dinyatakan lolos Konfa Bobo 2015, Bunda antara percaya dan tidak. Apalagi selain Hana langganan Bobo sejak kecil, Bunda juga pembaca dan pencinta Bobo sejak TK (waktu belum bisa baca, dibacain sama Nenek). Jadi excited-nya dobel! Haha!

Tapi Bunda nggak mengantar Hana ke lokasi konfa di Wisma PKK Melati Jaya, Kebagusan, yang bertugas mengantar adalah Abi. Nah, Bunda kebagian tugas menjemput. Sungguh pembagian tugas yang oke banget. Haha! Secara hari terakhir penuh sesi heboh foto-foto dengan delegasi dan mama-mamanya. And I don’t wanna miss that!

ibu-delegasi-konfa

Delegasi Konfa Bersama Para Ibu

Setelah perjalanan dengan bus dari Family Mart Pejaten (tempat berkumpul ortu yang mau ikut bus) bersama Kak Ito sang Panitia Konfa dan selepas mampir ke Tajur Bogor untuk ishoma dan belanja tas (terutama para ortu dari luar kota yang mau bawa oleh-oleh), kami tiba di Hotel Savero, Bogor, tempat berlangsungnya acara puncak Konfa 2015. Asli, Bunda nggak sabar dan penasaran banget kayak apa acara puncaknya!

konfa-bobo-2015

Hana dengan Medali Konfa

Di  luar ruangan acara, ortu yang menunggu untuk diizinkan masuk pun mengobrol santai dan saling berkenalan serta berbagi pengalaman. Bunda mengobrol dengan ayah Nadia Shafiana Rahma, penulis cilik yang belum lama ini mewakili Indonesia ke pameran buku di Frankfurt. Wah! Kerennya!

Tak berapa lama kemudian, orang tua dipersilakan memasuki ruangan, diikuti dengan masuknya Ibu Mentri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise. Acara pun bergulir apik.

Bunda semakin melongo saat mendengar bahwa ke-31 delegasi ini terpilih dari 2.988 karya yang dikirim oleh anak-anak kelas 4-6 SD dari seluruh Indonesia! Wow!

Bunda menikmati setiap rangkaian acara yang dipersiapkan pada acara puncak Konfa 2015 ini. Namun ada satu yang membuat Bunda menangis haru.

Adalah seorang anak peserta Konfa 2015 yang bernama Hafidz Akhmad Arrasyid dari Bojonegoro. Ia didaulat memimpin semua delegasi menyanyikan lagu Jangan Menyerah-nya D’Massive. Bunda kontan menangis, air mata nggak berhenti turun. Kenapa? Karena Hafidz adalah seorang anak hebat dan luar biasa. Ia seorang anak tuna netra yang penuh semangat. Ia menuliskan artikel untuk mengikuti Konfa dalam huruf Braille yang kemudian diterjemahkan ke huruf alfabet oleh sang ibu.

konfa-2015-budiyono

Delegasi Konfa dan Bp Budiyono, mantan Wapres RI, yang di sebelah Bp Budiyono adalah Hafidz, sumber foto: https://twitter.com/majalah_bobo

Lagu yang dinyanyikan beramai-ramai ini mengingatkan kita semua bahwa tak ada manusia yang terlahir sempurna, mengajak kita jangan menyesali yang terjadi, mensyukuri apa yang ada, dan menghimbau agar jangan menyerah.

Seperti Hafidz yang tak pernah menyerah. Dari Hana, Bunda dengar Hafidz pandai bermain catur dan bisa memainkan piano. Wow! Bunda angkat topi untuk Hafidz dan orang tuanya. Sayang, Bunda tak sempat mengobrol dengan orang tua Hafidz.

Dan yang penting, kehadiran Hafidz menginspirasi para delegasi untuk lebih peka kepada kaum difabel. Bahkan salah satu isi deklarasi adalah ‘Berjanji tidak mengejek orang difabel.” Alhamdulillah.

Oh ya, ke-31 anak memang diminta membuat deklarasi dalam bentuk janji yang dibacakan satu per satu. Hihi, kesannya serius banget ya acaranya, ada deklarasi dan lain sebagainya. Tapi, walau format acara serius, penyelenggaraannya fun, kok, sesuai dengan dunia anak.

Nah, selain janji tidak mengejek orang difabel yang Bunda tulis di atas, janji lain yang mendapat perhatian Bunda adalah ‘Berjanji tidak menangis saat keinginannya tidak dipenuhi.’ Is that sweet or what!

Dari beberapa janji yang dibacakan Hana, ada satu yang mendapat perhatian Bunda, yaitu ‘Berjanji tidak melihat yang tidak layak dilihat anak di mall.’ Ini janji yang sangat Bunda sukai. Karena tampaknya dalam Konfa 2015 ini anak-anak diingatkan untuk tidak melihat apa yang bukan diperuntukkan bagi mereka. Sayangnya di tempat umum masih banyak hal yang belum pantas dilihat anak.

Ada pula janji yang berbunyi, ‘Berjanji akan menegur orang yang merokok dan tidak akan merokok.’ Ini juga penting. Semoga dengan adanya kegiatan seperti ini, ke depannya jumlah perokok di Indonesia semakin sedikit.

Karena ingin menghadirkan kota layak anak ini lah Bobo pun mengusung tema ‘Aku dan Kotaku’ untuk Konfa 2015 ini. Jempol deh, buat Bobo!

foto-delegasi-konfa-2015

Hana dengan Bu Mentri, Fajrina delegasi konfa dari Bandung, Kak Eva sang fasilitator, dan Bu Ani sang editor in chief Majalah Bobo.

Konfa 2015 bukan hanya pengalaman yang memperkaya para delegasi, tapi juga sangat mengharukan buat para orang tua.

Terima kasih, Majalah Bobo! Jaya selalu!

Mari Berbagi
(Visited 29 times, 1 visits today)
, , , , , , , ,
2 comments on “Bagaimana Perasaan Orang Tua Delegasi Konfa Bobo?
  1. Bagus banget isinya bunda hana…kuranglebih memang seperti itu yang dirasakan oleh kita semua ortu delegasi konfa 2015…anak Indonesia …luar biasa..

    • Hiya…makasih, Mama Fazle…Alhamdulillah ya, anak-anak bisa mengalami hari2 yang indah di Konfa 2015 ^_^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *