Cerita Ana si Ada-ada Saja: Jempol! (2)

Ana senang, Adek Bayi semakin besar – yah, walau belum cukup besar untuk diajak lari-larian, sih. Tapi lumayan lah, Adek sudah bisa tersenyum dan nggak selalu menangis kalau lagi minta susu.

Suatu sore, Ana sudah selesai mandi. Mama juga baru saja kelar memandikan Adek. Ana paling suka mencium Adek sesudah mandi karena wangi sabun dan minyak telon. Kalau Mama aneh, pikir Ana, saat Adek lagi bau acem, Mama malah getol menciuminya. Orang dewasa memang aneh semua!

“Ana, Mama mau minta tolong, boleh?” pinta Mama kepada Ana yang sedang asyik menciumi Adek.

“Minta tolong apa, Ma?”

“Tolong jaga Adek, ya? Mama mau mandi dulu. Bisa?”

Ana tersenyum, bangga sekali hatinya dimintai tolong oleh Mama. Ana segera merasa ia sudah sebesar Mama karena diberi tanggung jawab super besar.

“Bisa, dong, Ma!”

jempol kakiMama tersenyum, antara lega dan khawatir. Lalu, Mama memindahkan Adek ke boks bayi. Ana protes.

“Lho, kok Adek ditarok sana? Di sini aja, ma, di tempat tidur Mama. Kasih bantal dan guling aja biar Adek nggak jatuh. Ya, Ma? Pliiis?”

Mama memandang ragu ke Ana. “Tapi, Ana bisa jaganya?”

“Bisa, lah, Ma! Soalnya, Ana mau cium Adek.”

Mama semakin khawatir. “Tapi jangan di atas badannya Adek ya, kalau cium-cium. Kakinya aja atau tangannya aja dari samping. Oke?”

“Oke, Ma!”

Dengan masih ragu, Mama meletakkan Adek ke tengah tempat tidur. Sebenarnya Mama lebih suka Adek di boks bayi, tapi tadi ia sudah meminta tolong Ana. Kalau Mama membatalkannya, Ana pasti ngambek, ujung-ujungnya bisa-bisa Ana ngamuk dan Mama batal mandi. Akhirnya Mama nekat, meninggalkan Ana dan melangkah ke kamar mandi yang kebetulan terletak di dalam kamar. Tapi Mama yang masih was-was…di pintu sempat berhenti dan kembali menoleh ke arah Ana dan Adek. Aman. Ana sedang menciumi kaki Adek sambil menyanyi.

“Adek bobok, oooh, Adek boboook…”

Mama lega dan masuk kamar mandi. Seperti biasa, Mama mandi pakai shower, jadi full suara air.

Sementara di tempat tidur, Ana masih senang menciumi kaki Adek. Lalu Ana jadi penasaran, apakah Adek juga akan suka menciumi kaki Ana.

Tapi tiba-tiba Adek mulai merengek, mewek-mewek. Ana pun mulai gelisah. Sementara suara air di kamar mandi masih ramai, tanda Mama masih asyik mandi. Mama memang kalau mandi itu agak lama. Ana saja kadang sampai bosan menunggui.

Ana melirik Adek dan tersenyum. “Aku punya ide supaya kamu tidak bosan nunggu Mama dan menangis,” bisik Ana kepada Adek.

Di kamar mandi, Mama sudah selesai mandi. Suara air tak terdengar lagi. Mama yang awalnya merasa segar sehabis mandi, lalu teringat akan Ana dan Adek, langsung waspada, berusaha mendengarkan suara-suara. Senyap. Mama kembali was-was. Kenapa Ana tak ada suara? Kenapa Adek juga anteng-anteng saja. Biasanya habis mandi, Adek lapar dan akan menyusu. Tapi tadi memang sengaja Mama tunda karena Mama belum mandi. Biasanya sih, Adek bangun tidur siang setelah Mama mandi, tapi tadi lebih cepat sehingga Mama memandikan Adek dulu.

Mama buru-buru keluar kamar dan tampak lebih dulu Ana yang sedang santai membaca buku – sebenarnya Ana hanya melihat-lihat gambar, karena dia belum bisa baca. Mama segera menoleh ke Adek, daaaan…

“Anaaaaa!!!” Mama teriak syok!

Ana kaget dan melepaskan bukunya. “Kenapa, Ma? Ada kecoak ya, di kamar mandi?”

“Itu…itu kenapa jempol kamu di mulut Adekkkk?” tanya Mama sambil segera melepaskan kaki Ana dari mulut Adek, yang mungkin karena asyiknya mengenyot jempol Ana, sekarang sudah terlelap.

Ana malah tersenyum lebar dan bangga. “Tadi aku kan cium kaki Adek. Aku pingin tahu, Ma, Adek suka nggak ciumin kaki aku. Eeeh ternyata bukannya dicium, malah diemut jempol aku sama Adek! Hihi Adek menyusu jempol aku!”

DOENG! Mama hanya bisa melongo mendengar penjelasan Ana, lalu melirik Adek. “Huhu, maafkan Mama ya, Dek!”

Baca kisah Ana sebelumnya di: Cerita Ana si Ada-ada Saja (1).

Picture from: cliparts.co/clipart/5111

Mari Berbagi
(Visited 23 times, 1 visits today)
, , ,
2 comments on “Cerita Ana si Ada-ada Saja: Jempol! (2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *