Dongeng Pangeran Surya: Bahaya
Bunda berniat mengajak Hana belajar memutuskan sesuatu melalui dongeng. Di samping itu, Bunda memang suka mendongeng untuk Hana, demi merangsang imajinasinya.
Dongeng itu penting, terutama bagi anak yang menghabiskan banyak waktu untuk menonton TV.
———-
Bunda:
Pada suatu hari, Pangeran Surya hendak ke rumah temannya. Namun, ia harus melewati hutan. Di tengah hutan, ia berhenti untuk istirahat sejenak. Namun, saat ia hendak melanjutkan perjalanan, tersengar sebuah suara yang sangat berat, yang berkata, “Jangan lanjutkan perjalanan!”
“Kenapa aku tidak boleh melanjutkan perjalanan?” tanya Pangeran.
“Sudah kukatakan. Berbahaya.”
Pangeran Surya berpikir keras. Apakah ia memang harus berhenti dan mengikuti saran suara itu? Tapi, apa yang perlu ditakutkan? Bahaya apa sih yang mengintai?
“Aku harus ke rumah temanku!”
“Tapi, berbahaya jika kau melanjutkan perjalanan.”
“Kenapa?”
“Aku tak bisa memberitahukan alasannya.”
———-
Bunda (bertanya kepada Hana): “Bagaimana, Putri, apakah Pangeran melanjutkan perjalanan saja atau berhenti dulu?”
Hana: Lanjut aja…
Bunda: Tapi, kata si Suara Besar, berbahaya…
Hana: Kenapa?
Bunda: Nggak tahu…
———-
Bunda:
Tiba-tiba terdengar suara kecil dari belakang Pangeran, “Ahh kamu pengecut. Maju aja. Apa sih yang kamu takutkan? Bahaya apa sih?”
Pangeran bingung.
———-
Bunda: Maju jangan, Na?”
Hana: Maju aja.
———-
Bunda:
Tiba-tiba terdengar suara besar itu lagi, “Kalau kamu maju, kamu akan terlibat dalam bahaya. Kamu takkan bisa sampai di rumah temanmu. Sebaiknya kamu tunggu saja di sini. Nanti jika sudah aman, akan saya beri tahu.”
———-
Hana: Jangan maju deh, Bunda. Bahaya. Nanti aja…
———-
Bunda:
Suara kecil itu terdengar lagi, “Aahh…gitu aja takut. Nggak ada apa-apa deh di sana.”
Pangeran semakin bingung. Ia harus bagaimana?
———-
Hana: Tunggu aja.
Bunda: Hana yakin?
Hana: Yakin. Tunggu aja deh, Pangeran…
———-
Bunda:
Pangeran itu pun menunggu. Terlalu lama menunggu, ia tertidur.
Lalu…tiba-tiba suara besar itu terdengar lagi, “Bangun, Pangeran. Naga jahat sudah pergi. Sekarang kau bisa melanjutkan perjalanan.”
Oohhh…jadi ternyata ada naga jahat.
Pangeran pun berterima kasih kepada Sang Pemilik Suara Besar yang ternyata adalah seorang Bapak tua yang tampak sangat baik hati.
“Tidak perlu berterima kasih. Sudah menjadi tugasku melindungi orang yang melewati hutan ini,” ujarnya.
Pangeran berusaha mencari pemilik suara kecil, tapi tak berhasil.
Lalu, ia pun berhasil melewati hutan tanpa gangguan naga jahat dan tiba di rumah temannya dengan selamat.
———-
Bunda: Wah, untung tadi Hana bantu Pangeran ya dan bilang supaya dia mendengarkan si suara besar.
Hana: Iya…hehehe…








iya setuju.. ngelibatin anak malah bikin dongeng tambah asik
asyiiiiikkk akan pendongeng baru sudah muncul neg..eh..penulis dongeng anak sudah muncul neg…ditunggu bukunya yaaa…lumayan buat bahan kalau mau mendongeng…boleh yaa..
wah kok jd aq yg serius td ya baca dongengnya? hihihihh…. maminya vaya yg haus dongeng malah.
hmm…. aq hrs banyak2 cari bahan dongeng nih buat vaya ntar
@ Bunda Chi:
@ Rida: Ah, bisa aja, Tante Rida
@ Mami Vaya: Hihihi Bunda Hana juga suka mbaca n nonton dongeng loh…
xixixi…aku kok malah baca dongennya…secara anakku sdh SMP…jadi baca buat diri sendiri aja ya…hehehe
thx ceritanya
Hahaha…sama2, bu afrie