Hewan di Mata Anak
“Ini babi, Mbak…” kata Hana ke Mbaknya sambil nunjukin salah satu boneka hewannya yang berbentuk babi pink berpita.
Mbaknya diam. Orang lain di sekitarnya juga diam.
Aku menahan senyum.
Hana memang mengenal hewan-hewan seperti adanya, tanpa embel-embel lain.
Yang dia tahu, babi itu ada di peternakan (setelah beberapa kali di video Barney dia melihat hewan tersebut di peternakan) bersama sapi, kambing, bebek, dan hewan lainnya.
Ia juga melihat anjing sebagai hewan yang kadang bisa lucu, kadang galak juga.
Jadi, saat ia menyebut kata babi atau anjing, tak ada beban di sana.
Padahal, bagi sebagian orang, kedua hewan itu identik dengan makian yang cukup kasar. Tapi, alhamdulillah, Hana belum pernah mendengar orang memaki dengan menggunakan nama kedua hewan tersebut.
Dan, aku juga sebagai ibunya, berharap Hana gak akan pernah mendengarnya (yah paling nggak sampai batas umur tertentu), apalagi menggunakan ya (ini sih jangan sampe, selamanya!).
Makanya, ketika ada yang berusaha mengoreksi Hana tentang hewan itu dan meminta Hana menyebutnya dengan piggy, aku hampir menghentikannya. Untung Hana sendiri yang menyanggah.
“Piggy itu bahasa Inggrisnya. Bahasa Indonesianya babi.”
Aku biarkan saja ia berkata begitu. Toh Hana memang bukan sedang bicara kasar. Dan, di matanya, babi sama saja dengan hewan-hewan lainnya.
Ia tak mengenal kata babi sebagai cara orang merendahkan atau orang lain. Sampai waktu tertentu, biarlah begitu.
Kalau suatu hari nanti, dia bertanya, baru aku beri tahu.
Entah yang kulakukan ini benar atau tidak. Tapi, selama anak tidak terekspos hal-hal yang tidak baik, kita tidak perlu menyuguhkannya kan?
Coba, kalau aku berti tahu misalnya, “Na, babi itu kata-kata kasar. Nggak boleh bilang babi.”
Pasti dia akan bertanya dengan kritisnya, “Kenapa kasar, Bunda? Nggak boleh bilangnya gimana?”
Bisa-bisa aku jadi menerangkan tata cara memaki deh. Even worse, mengubah makna kata hewan satu itu di mana anak.
BTW, ini tentang kata babi sebagai makian ya, bukan daging babi yang nggak halal.
Ket gambar: Hana saat masih bayi.




January 13th, 2009 at 08:41
hihihihi… Hana lucu amat yah.. pinter pula…
moga ntar Hana semakin pinter n terhindar dari kata-kata “kasar” dan jadi anak yg sholehah.. amiin…
*om baru update
January 13th, 2009 at 11:56
bener2 masi polos yah anak2…
tapi bener juga kata si Hana waktu ada orang yang minta kata ‘babi’ diganti jadi ‘piggy’. mungkin pikiran orang ituh aja kali yang udah mulai ternodai sama istilah ‘babi’ dalam arti yang sarkasme, beda sama pemikiran anak2…ehehehee…
January 13th, 2009 at 13:56
keponakanku cowok malah suka boneka hewan :S harusnya mobil2n tapi kok boneka :S hiks
January 13th, 2009 at 16:08
wah bener juga ya nad…kok kayaknya kalo nyebut “babi” udah kasar yah
January 13th, 2009 at 18:06
@ Oom Ipen: amin, makasih, oom…updat2 lagi ya, oom…
@ Tante Niez: begitu kayaknya
@ Oom Hamka: gak apa, mungkin dia punya rasa ingin tahu yang kuat terhadap hewan, laki2 kan gak melulu mobil2an
@ Ama Vivi: yoi…hehe
January 14th, 2009 at 10:26
sebenernya kata2 babi atau anjing bukan kata2 kasar. Asalkan kita tepat menempatkan kata2 tersebut
January 14th, 2009 at 11:00
@ Tante Chi: Iya, bener banget, Mbak
January 14th, 2009 at 12:15
hihihi
ya, kadang anak kecil masih bebas nilai, kita yang memberikan dan mengajarkan mereka nilai dan cita rasa
January 14th, 2009 at 14:16
Setuju, yang terpenting adalah memberitahu sang anak bagaimana untuk tidak menggunakan kata2 hewani dalam pergaulan.