Jalan-jalan ke Cirebon (1)
Akhir Desember lalu, kami sekeluarga diundang oleh Oom untuk ikut jalan-jalan ke Cirebon. Kebetulan istri Oom berasal dari kota udang tersebut.
Menempuh perjalanan darat (pergi 8 jam karena lewat selatan untuk menghindari macet, pulang 4 jam saja), kami menikmati pemandangan yang berbeda dari keseharian di Jakarta.
Bagi Hana, itu adalah pertama kalinya ia melihat sawah. Wah, dia semangat sekali. Berkali-kali ia menunjuk ke arah padang persawahan yang luas dan berseru, “Bunda, ada Pak Tani!”
Biasalah, anak kecil kan selalu bersemangat dengan hal baru.
Walau begitu, di tiga jam pertama perjalanan, Hana agak bete. Maklum, itu juga perjalanan panjangnya yang pertama. Saat diajak bicara, jawabannya polos dan mengundang tawa, “Hana udah capek ngomong!”
Mungkin bukan capek ngomong ya, Na? Tapi, capek duduk terus di dalam mobil.
Tapi, selebihnya, dia mulai enjoy, meski tiga jam terakhir sebelum tiba di Kuningan, tempat kami menginap, Hana tertidur lelap di pangkuan Bundanya–yang..hmm…ya juga ngantuk dan merem-merem sedikit.
Sebelum itu, kami sempat mengunjungi sebuah resto (sayangnya aku lupa itu di daerah mana). Walau pelayanannya cukup sangat lambat, Hana menikmati duduk-duduk sambil makan dengan pemandangan sawah dan ladang.
Karena kami sudah lapar, makanan langsung disikat habis. Nggak sempat difoto. Tapi, Hana sempat foto juga dengan bakul nasi…yang tentunya sudah kosong.
Updates on Hana’s health: masih agak anget dan batuk-pilek, tadi pagi dibawa Jiddahnya ke Eyang Poppy, sahabat Jiddah yang juga seorang dokter karena sempat diare juga. Tapi, kata beliau, diperbanyak minum saja. Do’akan ya…




January 18th, 2009 at 13:08
foto hana yang terakhir imut…lucu…hehehhee. anak saya waktu saya bawa mudik kemarin juga mengalami hal yang sama bu. diare dan lemas. sedihnya berat badannya turun drastis…….but abis itu normal kembali dan kembali gemuk. hananya tetep ndut tuh
January 18th, 2009 at 18:40
wah ternyata bukan cuma hana ya…
trims…
January 20th, 2009 at 09:39
hohoho.. ini lagi acara bolang (bocah petualang) atau Wisata Kuliner? heheehehe…
January 20th, 2009 at 16:07
wah… waktu ngajak Lanang mudik ke Jawa kemaren juga Lanang sempat diare. Tapi kayaknya justru karena dah “dipaksa” makan pisang padahal umurnya baru empat bulan. Biasalah orang tua yang minta. Tapi begitu diare langsung saya stop. Alhamdulillah selebihnya Lanang justru senang dibawa jalan-jalan. Waktu di kereta aja maunya dekat jendela terus liat pemandangan…
wah bakulnya bener-bener kosong…song deh!!!
Kak Hana moga cepat sembuh yaaahhh….
January 20th, 2009 at 22:07
@ Oom Ipen: huahahha…kok Bolang siii?
@ Tante Tika: Waah dikasih pisang…untung distop ya, Mbak? BTW, iya, dalam sejenak itu bakul langsung kosong melongpong
January 30th, 2009 at 15:03
[...] Lanjutan dari Jalan-jalan ke Cirebon (1)… [...]
June 11th, 2010 at 22:47
aku waktu itu senag deh abais nya enak apa lagi sawah nya indahdeh