Jalan-jalan ke IIBF 2016

anak membaca buku

Setelah sekian lama nggak posting di sini, akhirnya Bunda posting lagi. Yeay! (Seneng sendiri gini haha!)

Dan postingan perdana setelah delapan bulan libur ngeblog adalah tentang jalan-jalan kami sekeluarga kemarin ke IIBF alias Indonesia International Book Fair 2016.

Seneng banget saat tahu acaranya diadakan di JCC. Yang artinya, nggak pake panas dan full AC. Tapi ternyata rada gak menggigil juga di sana ya? Padahal sudah siap-siap kedinginan karena biasanya kalo datang ke pameran di JCC, pasti brrr…! Kayak di Kutub Utara (lebay dikit ah!).

Anyways, kami berempat pun pergi naik jasa mobil online gitu. Murmer dan not bad lah. Ketimbang taksi, anak-anak lebih suka mobil online karena kalo di taksi mereka sering mabok darat gitu. Bunda juga sih, kadang-kadang. (Oke, fixed, turunan kalo gitu!)

Sampai di JCC, ternyata ada acara comicon! Bener, nggak, nulisnya? Hana bilang dia pingin banget. Baeklah, Bunda tanya ke penjaga pameran, berapa biaya masuknya — karena sudah dengar sebelumnya kalo memang pake bayar euy!

Dengan sok manis, Bunda tanya, “Mas, berapa ya tiket masuknya?” Dan senyuman itu mengisyaratkan harapan si Mas jawab dengan angka 10, 15, atau yaaah maksimal 25 ribu lah!

Dan, apa jawab si Mas?

“Tiketnya 120 ribu, Bu!”

TIDAAAAK?!!! Kok mahal amat?! Senyuman manis Bunda langsung berubah menjadi senyuman pahit! Dan saat Hana melihat ekspresi Bunda, dia langsung tahu kalo tiketnya muahal. Dan saat Bunda bilang berapa, Hana kecewa. Tapi Bunda jelasin, tiket segitu, buat satu orang aja bisa buat beli buku empat sampai enam di bookfair. Akhirnya Hana nrimo dengan hati gundah — karena sampai mau pulang dia masih menatap nanar pintu masuk comicon!

Di pameran buku, kami langsung masuk dengan tatapan mencari stan dua penerbit besar yang bukunya cukup sering kami beli. Saking konsen mencari, kami melewati sebuah stan yang dijaga oleh Kak Cippi, salah seorang pendongeng di Komunitas Dongeng Minggu, tempat Hana tergabung sebagai pendongeng beberapa tahun silam. Untung Abi bilang dan kami balik ke sana. Alhamdulillah bisa bersilaturahmi sama Kak Cippi. Oh ya, Hana kenal Kak Cippi sejak tingginya sepinggang Kak Cippi dan sekarang hampir setinggi Kak Cippi! Dan, Kak Cippi nggak berubah sama sekali deh!

Lalu kami segera mencari dua stan yang memang sudah kami niatkan untuk sambangi. Yang pertama kami lihat adalah stan Mizan yang bergaya saung. Yang pertama memilih buku tentu saja adalah HANA. Lalu Muhammad juga ikut memilih buku. Setelah beres, barulah kemudian Bunda suruh Hana ambil buku Dilan 1990. Buku yang dia penasaran banget, tapi Bunda bilang, biar Bunda dulu yang baca. Kalau sekiranya oke buat anak SMP (karena tokoh di buku ini anak SMA), Bunda akan izinkan Hana membaca juga (padahal pengen baca duluan aja nih si Bunda). Dan saat di kasir, Bunda seneng banget karena membayar jauh di bawah bayangan Bunda. Secara, diskonnya 30% bow!

Hana dan Dilan

Setelah dari Mizan, kami hendak mencari stan Gramedia dan… DOENG! Ternyata depan-depanan aja gitu. Kami langsung ke sana. Hanya Hana dan Muhammad yang beli. Diskonnya lumayan lah, 20%.

Setelah itu, Bunda izin ke Hana dan si Abi buat masuk lagi ke Mizan karena tadi sempat melirik sebuah buku tapi nggak beli — selain juga karena mau memanfaatkan diskon yang 30% itu! Dan Bunda pun dapat buku Jostein Gaarder. Yeay! Soalnya kayaknya tinggal satu, euy (mungkin di gudang masih ada, tapi di situ tinggal satu itu). Tadinya mau langsung bayar, tapi harganya setelah diskon palingan jadi 35 ribu saja. Akhirnya Bunda cari Hana, supaya Hana beli satu buku lagi, sehingga Bunda bisa pakai kartu debit bayarnya. Bukan apa-apa, cash mau dipakai untuk makan aja rencananya.

Ternyata Hana nggak keliatan di mana-mana di sekitar stan. Diteleponin juga susah! Akhirnya Bunda nitip pegangin buku itu sama penjaga pintu, lalu cari Hana keluar. Setelah ketemu dan Hana cari buku yang dia mau, kami membayar. Eh, pas mau keluar stan, kami ketemu Kak Rama, editor KKPK. Setelah ngobrol sebentar nanyain project, Hana dan Kak Rama pun berfoto bersama. Lagi-lagi Hana udah sama deh tingginya sama Kak Rama — eh, padahal dia pake wedges ding! Oops! Haha… baru nyadar!

with Kak Rama, editor KKPK

Lalu kelar di stan Mizan, kami keluar pameran, karena mau makan. Tapi, loh, kok?! Bakso Lapangan Tembak Senayan sudah enggak ada?! Hua! Mau makan di coffeeshop, pas lihat harga nasi gorengnya 70 ribu saja sodara-sodara, langsung Bunda batalkan! Secara budget makan kami per orang di bawah itu!

Akhirnya kami keluar dan cari tempat makan. Oleh satpam ditunjukkan tukang mie ayam dan bakso-bakso gitu yang agak kurang meyakinkan. Akhirnya setelah beli minum yang harganya hampir dua kali lipat kalo beli di luaran, kami jalan ke arah pintu keluar manusia di Jalan Gatsu dan untuk mengganjal perut terpaksa si Abi beli gorengan lima ribu. Lalu karena anak-anak sudah cranky (terutama yang gede, huh!), kami panggil taksi kosong yang lewat, supaya cepat. Karena kalau pesan mobil online lagi, bisa-bisa baru 15 menitan lagi naik ke mobil.

Lalu di mobil terjadi lah negosiasi. Hana pingin ke FX, tapi macet banget kalo harus lewat jalan masuk Senayan tadi. Akhirnya kami meluluskan keinginan Hana makan burger di depan sekolahnya yang lumayan dekat dari rumah. Okelah! Secara si Abi juga suka dan Muhammad bisa makan french fries kesukaannya.

Sambil makan, anak-anak langsung buka buku belanjaan mereka dan membaca, sementara Bunda lemes ajah. Secara yaaa… kami belum ke stan lain di pameran buku itu hiks! Apalagi kata Hana, ada stan buku murah Mizan (dan mungkin Gramedia juga?). Apa daya, Hana yang maag perutnya harus langsung diisi. Bye-bye pameran. Ongkosnya gak sepadan dengan belanjaannya. Tapi overall, oke lah. Bisa menikmati wiken yang berbeda. Biasanya kalo gak di rumah aja atau kondangan, kami ke rumah jiddah-nya Hana di Tebet. Ke mall? Hihi kalo gak terpaksa, kami rada males ke mall pas wiken, ruame! Mending nunggu Hana libur pas hari kerja, dan kami menghabiskan seharian di mall yang sepi itu. Indah banget!

Oh ya, ini penampilan dua buku yang Bunda beli… senengnya, beli buku buat diri sendiri di pameran berdiskon setelah sekian lama puasa belanja buku demi anak! Alhamdulillah!

Save

Save

Save

Save

Save

Mari Berbagi
(Visited 8 times, 1 visits today)
, , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *