Jangan Berjanji

Terutama, jika tidak yakin bisa menepati. Itu yang Bunda pelajari dari Hana, si Kriwil yang kritis ini.

Kadang, ada anggota keluarga yang menjanjikan ini itu untuk Hana. Dengan alasan, yang penting nggak ribet. Atau, yang penting Hana nggak nangis. Dan lain sebagainya. Ini bikin Bunda sebel.

Pertama, Hana sudah berharap. Sudah membayangkan. Terus, nggak jadi. Kasihan kan.

Kedua, ini mengajarkan Hana untuk tidak menepati janji.

Lalu, gimana caranya supaya kita mencegah anak menangis atau berbuat nakal atau memancingnya untuk berbuat baik?

Ada dua cara yang bisa digunakan:

Yang pertama, ajak bicara. Anak sebenarnya selalu bisa diajak bicara kok. Yang penting, kita tahu celahnya. Misalkan, dia baru mewek-mewek, alihkan perhatiannya. Atau, jelaskan mengapa ia tidak perlu menangis. Atau, kalau tujuannya memancing agar ia berbuat baik atau berprestasi misalnya, bicarakan itu. Paparkan alasan dan manfaatnya.

Yang kedua, kalaupun mau berjanji, coba janjikan sesuatu yang pasti bisa kita tepati. Anak tidak perlu dijanjikan sesuatu yang besar. Hal kecil terkadang sudah membuatnya tersenyum. Kids are not that hard to please, you know.

Mendidik anak butuh proses. Belajar dari pengalaman sendiri dan pengalaman orang lain.

Dan, sekali lagi, jangan berjanji jika tidak tahu bisa menepati atau tidak. Kalaupun kira-kira bisa, jangan lupa tambahkan, insya Allah. 😉

Mari Berbagi
(Visited 6 times, 1 visits today)
, , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *