Ke Kidzania Bareng Air Asia

Hari Sabtu silam, Bunda dan Hana mendapat undangan dari teman-teman di Air Asia dalam acara interactive talk show dan coaching clinic di Kidzania.

Interactive talkshow yang bertemakanĀ “Terbang Bersama Anak untuk Pertama Kali” ini menarik sekali. Terutama buat Bunda yang memang belum pernah berpengalaman mengajak Hana naik pesawat. Jujur deh, waktu Hana masih kecilan dulu, Bunda ngerasa serem gitu kalo ngajak dia terbang jauh. Mulai dari khawatir Hana nggak bisa diem di pesawat sampai ketakutan-ketakutan norak lainnya seperti takut pesawat jatuh.

Acara interactive talkshow kemarin menjawab semua kekhawatiran Bunda lho.

Khawatir anak nggak bisa diem di pesawat? Ada beberapa tips yang diberikan oleh Mbak Ari Kartika dari Kidzania dan Mbak Donna Agnesia (yang diundang sebagai narasumber):

  • Bawa mainan yang anak sukai. Jadi, meskipun perjalanan panjang (sampai belasan jam), anak tetap bisa anteng.
  • Bawa snack yang disukai anak. Karena snack kesukaannya bisa digunakan juga untuk mengalihkan perhatiannya.
  • Sebelum naik ke pesawat, ajak anak bermain sampai capek. Jadi, di pesawat diharapkan dia tidur nyenyak ;).

Lalu dengan keamanan pesawat gimana? Kekhawatiran Bunda yang satu ini dijawab oleh Bapak Widijastro Nugroho, Marketing and Distribution Director Air Aisia. Menurut Bapak Widi, pesawat Air Asia dirawat dengan sangat baik. Maintenance-nya tidak main-main. Terlebih, pesawat Air Asia baru-baru.

Seorang anak berusia 10 tahun yang bernama Abi menunjuk tangan saat sesi tanya jawab dan mengajukan pertanyaan yang sangat smart kepada Bapak Widi: Bagaimana Air Asia menjalankan maintenance sebagus itu, padahal harga tiketnya murah sekali?

Bapak Widi sampai tersenyum mendapat pertanyaan seperti itu dan menuji Abi.

Menurut Pak Widi, pesawat Air Asia baru sehingga perawatan lebih efisien dan lebih murah. Dan, pesawat Air Asia 1 tipe. Dengan begitu, biaya training menjadi lebih hemat. Tidak perlu mentraining untuk beberapa jenis pesawat yang berakibat membengkaknya biaya yang harus dikeluarkan. Jenis pesawat yang sama juga dapat menghemat biaya sparepart. Misalnya ban. Bisa membeli ban dengan jenis dan ukuran yang sama dalam jumlah besar.

Benar juga ya kalau dipikir-pikir.

Oh ya, dalam acara tersebut, hadir juga beberapa pilot, pramugara, dan pramugari. Seorang pramugara senior memberi penjelasan tentang beberapa tips saat membawa anak di pesawat.

Misalkan tentang orang tua yang membawa anak yang dipangku. Tidak boleh tuh dalam dua bangku yang berjejer, anda 2 orang tua dengan masing-masing satu anak dipangku. Harus dipisahkan. Karena, jika terjadi perubahan tekanan udara yang mengharuskan memakai oksigen, tidak cukup.

Sang pramugara juga menjelaskan bahwa yang memakai oksigen adalah orang tua dulu agar tetap dapat sadar untuk dapat membantu anaknya kemudian.

Omong-omong soal perubahan tekanan udara, saat take off atau landing, ada tipsnya juga. Untuk anak di bawah 1 tahun, bisa diberi susu supaya lebih nyaman telinganya. Untuk anak 3 tahun ke atas, bisa diajak menguap, menelan ludah, makan permen, atau bermain untuk mengalihkan perhatiannya.

Kalau membawa stroller boleh nggak ya? Pertanyaan ini diajukan oleh teman dari Mommies Daily dan dijawab oleh Bapak Widi.

“Untuk membawa stroller hingga ke dalam usai check-in tidak dikenakan biaya. Saat check-in, stroller Anda akan diberikan tanda bagasi. Stroller bisa Anda bawa hingga ke depan pintu masuk pesawat. Sebelum masuk ke dalam pesawat, Anda akan diminta untuk menggendong anak, dan melipat stroller. Akan ada petugas yang membawa stroller Anda ke bagasi. Jadi, tidak dibawa ke dalam kabin pesawat. Begitu tiba di tempat tujuan, Anda sebaiknya menanyakan kembali kepada petugas di pesawat mengenai keberadaan stroller. Karena ada bandara tertentu yang menyediakan layanan dan membawakan stroller ke depan pintu pesawat, biasanya ini ada di bandara internasional. Tetapi ada pula yang tidak, dan Anda bisa mengambilnya di tempat baggage claim, biasanya ini terjadi di bandara kecil,” jelas Bapak Widi dengan mendetil.

Setelah acara yang diadakan di Metropolitan Theater of KidZania, Pacific Place ini selesai, ada dua kegiatan lain yang diadakan oleh Air Asia dan Kidzania. Pertama coaching clinic di Flight Simulator dan lomba Air Asia Estafet Race. Sayang Hana nggak bisa ikut dua-duanya.

Flight Simulator selalu full. Sudah bolak-balik beberapa kali, masih juga belum beruntung. Anak laki-laki dan perempuan sama semangatnya. Menurut Mbak Ari Katika dari Kidzania, sekarang banyak anak perempuan yang mau jadi pilot lho. Dan, pas banget, Air Asia juga menghadirkan seorang pilot perempuan pertama mereka dalam acara interactive.

Soal lomba nih. Saat lomba berlangsung, Hana sudah kelaparan dan mesti makan siang. Apalagi lombanya membutuhkan ketahanan fisik yang baik. Hiks. Padahal hadiahnya oke banget gitu! Tiket Air Aisia! Belum rejeki Bunda aja kali ya. Hehehe…

Pokoknya hari Sabtu kemarin Bunda dan Hana hepi banget deh bisa ke Kidzania dan dapat ilmu. Terima kasih ya, Air Asia, atas undangannya. Nggak nolak lho kalau diundang lagi. šŸ˜€

Mari Berbagi
(Visited 52 times, 1 visits today)
, , , ,
5 comments on “Ke Kidzania Bareng Air Asia
  1. @ Bunda Farras: Siap…tinggal nabungnya deh hihihi…sama2, Bun.

    @ Mb Retma: Ayo ke sana, kemarin kali kedua Hana ke Kidzania, dua-duanya gratis hihihi emaknya hana demen yang gratisan emang…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *