Konferensi Penulis Cilik Indonesia 2011 (1)

Bunda bersama Mb Neni dan Mb Shinta (photo courtesy of Mb Shinta)

Bunda bersama Mb Neni dan Mb Shinta (photo courtesy of Mb Shinta)

Ini adalah jurnal Bunda selama Hana mengikuti Konferensi Penulis Cilik Indonesia 2011. Karena kayaknya bakalan panjang banget, Bunda bagi menjadi beberapa postingan ya. Ini yang pertama:

Sudah hampir sepuluh hari berlalu, tapi acara itu masih begitu berkesan buat Hana.

Acara itu bernama Konferensi Penulis Cilik Indonesia 2011, disingkat menjadi KPCI 2011. Acara ini merupakan kerja sama Penerbit buku KKPK (Kecil-Kecil Punya Karya), Dar!Mizan, dan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Siapa aja sih yang bisa ikutan? Selain tentunya penulis-penulis KKPK, juga peserta lomba menulis cerpen yang diadakan oleh Dar!Mizan dan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Hana ikut lomba? Sayangnya tidak. Karenanya, awalnya sudah pasrah aja Hana nggak bisa ikut KPCI 2011 ini. Tapi, sekitar seminggu sebelum acara, ada kuis free pass untuk teman-teman cilik yang senang menulis namun belum jadi penulis dan tidak sempat mengikuti lomba cerpen.

Hana pun mengirimkan e-mail berisi apa-apa saja alasan mengapa ia perlu mengikuti acara KPCI 2011 ini, sesuai prasyarat kuis. Semua Hana sendiri yang menuliskan, dengan e-mail pribadinya. Bunda hanya memantau dari jauh sambil asyik membaca buku, sesekali mengingatkan tanda baca seperti titik dan koma kepada Hana atau menjawab pertanyaan Hana.

Ternyata oh ternyata, Hana lolos! Awalnya sempat ragu karena hanya tertulis Hana, tanpa nama belakangnya, Alfazzahra. Tapi setelah cek n ricek dengan panitia, benar, itu Hana-nya Bunda. Dan, yang lebih mengejutkan lagi, peserta KPCI 2011 harus menginap di hotel selama 4 hari, 3 malam.

Duh! Berat juga. Bunda nekat menego dengan panitia apakah bisa Hana diantar-jemput saja setiap hari — mengingat rumah kami yang letaknya tidak terlalu jauh dari hotal. Ternyata, menurut panitia, tidak bisa. Karena, acara padat hingga malam hari dan dikhawatirkan anak sudah terlalu lelah jika bolak-balik seperti itu.

Bunda dan Hana mengalami pergulatan batin. Oh ya, anak-anak tidak diperkenankan untuk didampingi orang tua, karena di sana akan diawasi, dijaga, dan diurus sepenuhnya oleh panitia. Hana ingin ikut, tapi takut menginap sendiri. Bunda khawatir jika kelelahan, asma Hana kambuh.

Tapi, kami mendapat dukungan dan dorongan dari panitia dan teman-teman. Bahwa segalanya akan lancar dan baik-baik saja. Kebetulan Bunda memang sudah mengenal beberapa teman panitia seperti Bhai Benny Rhamdani, Mbak Indah Juli, Mbak Wylvera, dan Ahmad Mahdi Shahab. Akhirnya, Bunda pun mempercayakan Hana kepada mereka.

Bagaimana dengan Abi? Sejak awal Abi justru semangat ingin Hana menginap. Untuk melatih keberanian dan kemandirian.

Lalu, bagaimana kisah Hana selama acara KPCI 2011 ini? Ikuti lanjutannya di postingan berikutnya ya. ^__^

BTW…itu fotonya sementara foto para bunda yang anaknya ikut KPCI 2011 ini dulu ya. Foto anak-anaknya menyusul. ^__^ Oh ya, dalam foto ini, selain ada Bunda Hana, ada Mbak Neni, dan Mbak Shinta Handini.

Mari Berbagi
(Visited 54 times, 1 visits today)
, , , , , ,
3 comments on “Konferensi Penulis Cilik Indonesia 2011 (1)
  1. Pingback: Konferensi Penulis Cilik Indonesia (KPCI) 2012 | Tingkah Anak

  2. Pingback: Oleh-oleh KPCI 2013 | Tingkah Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *