Latihan Pipis dan Pup (BAB) di Kamar Mandi (Toilet)

Kalo bahasa Inggrisnya sih toilet training atau potty training — kalo masih pake potty chair (semacam dudukan pup khusus batita). Susah nggak, sih? Hihi… kalo kata Bunda sih, lumayan!

latihan-bab-di-toiletJadi, ceritanya, Bunda memang agak telat mengajak Muhammad toilet training alias latihan pipis dan pup alias BAB di kamar mandi. Karena banyak faktor, di antaranya:

  • Bunda dan Muhammad sama-sama belum siap mental. Ini nih yang paling penting. Latihan pipis dan pup alias BAB di kamar mandi itu nggak sembarangan dan mudah. Bukan nakutin, tapi memang begitu adanya.
  • Bunda membenarkan diri menunda karena ngobrol sama seorang ibu lainnya dengan anak seusia Muhammad dan dia bilang mau nunggu setelah anaknya tiga tahun aja. Nah, Bunda agak kebablasan. Muhammad baru toilet training setelah ulang tahun keempat! (Tutup muka dulu ah, malu!)
  • Sudah pernah mencoba, gagal, dan menyerah begitu saja.
  • Bunda kayak merasa kasihan sama Muhammad dengan ‘keadaannya’ (yang sebenarnya salah besar ya… karena overall, kondisi Muhammad sama aja dengan anak lainnya, kok).
  • Bunda sibuk kerja. Nah, yang terakhir ini sebenarnya faktor utama. Karena, toilet training itu butuh waktu dan komitmen. Sementara sebelum-sebelum ini deadline Bunda itu gila-gilaan. Bunda bisa nulis 30-60 halaman skenario per hari ditambah ngedit skenario minimal 60 halaman. Bayangkan! (Kalo gak kebayang, gapapa. Hehe!) So, Bunda terpaksa tunda deh.

Nah, Alhamdulillah salah satu program yang Bunda bantu tangani dibungkus bulan lalu. Jadi tinggal satu yang masih dipegang dan itu pun nggak tiap hari, dan yaaah palingan 30-40-an halaman aja. So, yes! Ada waktu buat Muhammad toilet training!

Sebelum mulai, Bunda baca semua literatur yang Bunda temukan dan pernah bookmark di browser. Dan, Bunda juga nonton semua video berisi tips toilet training.

Sebenarnya, Bunda sudah tau ilmunya sejak belasan tahun lalu. Hana potty training dan toilet training saat berusia satu tahun setengah. Tapiii… bukan Bunda sendiri yang melatih. Melainkan Mama (yup, my beloved mother) dan si Mbak Leha, mbak yang bantu jaga Hana karena Bunda masih kerja 8 to 5. Jadi saat itu, kasarnya Bunda tau teori, tapi prakteknya nol karena dibantu. Tapi, mereka hebat, latihannya berhasil cepat loh, Alhamdulillah. Hana siang udah lepas popok sebelum usia 2 tahun tapi malam masih pakai, dan setelah usia 2 tahun dia nggak pakai popok lagi kalau tidur.

Now, kembali ke Muhammad. Muhammad, entah kenapa, awalnya punya ketakutan dengan yang namanya toilet seat. Dulu, yang bikin Bunda mundur, salah satunya adalah, dia selalu nangis kalo mau didudukin di sana. Huhu. Akhirnya, Bunda mencoba untuk fokus di latihan pipis dulu deh, yang kalo anak laki kan cukup dengan diri di depan toilet seat, gak pake duduk.

Oh ya, Muhammad nggak pake potty seat ya, karena dulu pernah dibeliin tapi ditolak mentah-mentah aja, gitu!

Nah, kembali ke pipis! Alhamdulillah, kalo untuk pipis, Muhammad cukup cepat belajar. Hari pertama dan kedua wajar lah kalo masih ada ‘kecelakaan-kecelakaan.’ Tapi di hari kedua dan ketiga, dia sudah mulai bisa bilang kalau mau pipis dan setelah seminggu malam nggak pakai popok lagi kalau tidur (ini lebih cepat dari Hana, kayaknya).

Caranya ngelatih anak pipis di kamar mandi gimana sih? Sebenarnya, mudah aja. Seperti banyak teori toilet training, awalnya setiap satu jam, Bunda bawa Muhammad ke kamar mandi dan latihan pipis, lalu berkurang jadi setiap dua jam. Sampai akhirnya Muhammad sudah bisa bilang kalau mau pipis.

Kalo soal malam nggak pakai popok dan nggak ngompol, jujur Bunda nggak tau kok bisa. Tapi sih, yang pasti dibiasain, supaya sebelum bobo, pipis dulu.

Yang jadi masalah ada pup alias BAB alias buang air besar di kamar mandi, Moms and Dads!

Setelah Muhammad berhasil dibujukin dengan beli mainan kalo dia mau duduk di sana, Bunda pun menerapkan juga kegiatan duduk di toilet per satu atau dua jam, tapi tetap saja kecelakaan-kecelakaan terjadi. Yang mana kecelakaan pup di celananya lebih sering (well, hampir semua acara BAB-nya saat latihan itu adalah kecelakaan atau minimal kecelakaan dulu, baru kemudian dilanjutkan di toilet seat). Frustrasi juga nih lama-lama, secara celana pada habis, bow! Karena, kalo sudah kena kecelakaan, Bunda ogah bersihin, mending buang aja, deh! *pemalas

Apalagi, Bunda yang memang lebay suka histeris nggak penting pas kecelakaan terjadi. Mana si Abi juga ikutan. Kasihan deh, pokoknya, Muhammad. Sampai dia kayak ketakutan gitu, ngerasa bersalah. Maaf ya, Muhammad!

Bunda makin merasa nggak enak ke Muhammad karena kayaknya dia memilih untuk nggak pup daripada harus melewati kecelakaan lainnya. Sampai Bunda banyakin buah (terutama pepaya) dan sayuran, deh. Yang berujung pada kecelakaan lainnya.

Sampai hari ini. Tadi itu sudah kalo nggak salah hari keempat Muhammad belum pup. Huhu maaf ya, Dek!

Sebenarnya kemarin-kemarin dia sudah sempat bilang mau pup, sih. Tapi setelah duduk 10-15 menit di kamar mandi yang ujungnya malah bikin masuk angin, dia nggak pup juga. Akhirnya selain makan jeruk, Muhammad dijejelin capcay sama Bunda.

Dan, tentu saja, tadi sore Muhammad langsung minta duduk di toilet seat. Tapi, lagi-lagi nggak keluar pup-nya. Padahal sudah menggedor Kakak Hana yang lagi mandi, suruh dia keluar karena adiknya mau pupup. Hihi, dan ini sudah ketiga kalinya Hana digedor, tapi tanpa hasil. Maaf ya, Hana.

Makan malam, capcay lagi lah menu Muhammad. Dan, yes! Alhamdulillah. Muhammad BAB / pupup juga. Kayaknya yang ngerasain lega banget bukan Muhammad-nya, melainkan Bunda! Haha! Plong gitu, kayaknya.

Tapi, ternyata dia menagih mainan yang dijanjikan, bow! Sementara lagi agak cekak nih. Haha! Harus putar otak deh, kalo gitu. Gimana Muhammad bisa mendapatkan yang dia janjikan, tanpa Bunda harus keluar duit banyak.

Oh ya, sebelum Muhammad sukses latihan BAB di kamar mandinya tadi itu, Bunda sempat browsing beberapa artikel. Jadi, ada beberapa teori dan hasil praktek para emak-emak di luar sana soal toilet training ini. Kalo Bunda sarikan, kira-kira seperti ini:

  • Kemungkinan penyebab mereka tidak mau BAB di toilet di kamar mandi ada tiga, tidak nyaman dengan toilet seat, takut akan lubang di toilet seat, atau sengaja menunda karena sedang asyik bermain. Intinya, cari tahu penyebabnya. Apakah salah satu di antaranya, barulah kemudian carikan solusinya. Kalo Muhammad kayaknya yang pertama dan kedua, tidak nyaman dan takut. Padahal, sudah pakai alas duduk toilet yang empuk pemberian dari Kakak Hum.
  • Kita sebagai orang tua terlalu memaksa dan ambisius, pokoknya harus segera berhasil! Hihi…. di mana-mana kalau dipaksa kan nggak enak, ya? Jadi, kita juga harus santai. Buktinya Muhammad, setelah Bunda balikin ke popok dan bilang, “Kalo Adek mau pup di popok, gapapa. Nanti baru dilanjut di kamar mandi,” eh dia malah yang minta pup di kamar mandi. Mungkin dia jadi ikut merasa nyaman dan gak stress ya?
  • Kaki nggak napak alias menggantung. Gimana enggak ngegantung? Kakinya kan masih pendek, jadi ya nggak bisa napak sampai lantai kamar mandi. Nah, katanya, ini juga jadi penyebab anak susah BAB di toilet. Kalau kaki menggantung, otot perut gak bisa maksimal mengeluarkan pupup. Oke, akhirnya Bunda pun coba ya, pakein jengkok plastik di bawah kaki Muhammad. And it worked! Beneran ngaruh, ternyata!
  • Kita terlalu heboh saat mereka ‘kecelakaan’ alias pup di celana ketika mereka lagi latihan BAB di kamar mandi. Ini membuat mereka panik dan takut buat pup, karena mereka bisa aja mikir, “Duh, gue bikin salah lagi deh, ntar, kalo gue pup!” Kayaknya sih, Muhammad sempet mikir gini, jadi dia nahan pup. Sekali lagi, maaf ya, Dek! Makanya, santai aja ya kalo terjadi kecelakaan gitu. Dinikmatin aja prosesnya.

Eaaa… ngomong dinikmatin sih gampang ya? Tapi prakteknya susah. Walau begitu, tetap dicoba dan diusahakan yuk! Demi anak-anak juga, dan demi kesehatan kantong. Karena, kalau sudah gak pake popok, kan lumayan tun alokasi dananya dipindahin ke… budget beli mainan anak!

Hihi judule anak lagi… anak lagi! ^_^ Semangat!

 

Save

Save

Save

Save

Mari Berbagi
(Visited 267 times, 1 visits today)
, , , , ,
2 comments on “Latihan Pipis dan Pup (BAB) di Kamar Mandi (Toilet)
  1. Seru ya nad…hihihi, sekarang sudah aman kan pipis n BABnya Muhammad? Setelah punya 2 anak, makin memahami kalau setiap anak itu berbeda ya Nad, baik sifat maupun bagaimana kita menyikapinya..walaupun untuk hal yang sama…hihihi… Salut sama Bunda yang selalu semangat dan tidak lupa ‘merekam’ momen-momen berharga melalui tulisan seperti itu… Thanks yaaa…:)

    • Haha iya, Ri. Bener banget, masing-masing anak punya gayanya sendiri. Jadi judule jadi ortu itu keep learning ya. Thanks juga udah mampir dan komen ya. Kadang lupa juga ‘merekam’, Ri, kalo lagi sibuk. Haha…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *