Lebaran di Rumah akibat Kontraksi

Selamat Hari Raya Idul Fitri. Mohon maaf lahir batin ya, Moms & Dads! :)

Semoga lebarannya kemarin lancar jaya. Yang mudik juga nggak kena macet. Aamiin.

Kalau Bunda, lebaran kemarin cuma satu hari aja. Itu pun hanya ke rumah Mama dan Ummi mertua. Hari kedua ngedekem di rumah. Semua karena kontraksi jadi Bunda mesti bedrest.

Sebenarnya kata Dr. Huzaimah, bisa jadi bedrest nggak ngaruh kalau penyebab kontraksinya adalah infeksi. Tapi ya beliau juga nggak menyarankan Bunda terlalu capek.

Udah gitu, hari pertama kemarin, semua keluarga heboh karena menurut mereka bayinya udah turun dan kenceng banget. Lagi ngambil makanan ke ruang tamu aja diomelin, disuruh duduk. Hihi. Padahal kan pengen lihat sendiri makanannya dan ambil sendiri.

Akhirnya semua sepakat, hari kedua Bunda di rumah aja, nggak usah ikut keliling. Padahal, di hari kedua itu, biasanya kami mengunjungi rumah salah seorang keluarga yang masak sop kaki! Kebayang segernya makan sop kaki pake sambel dan jeruk limo! Hihi tapi emang rejeki si Adek, Bunda dibawain sop kaki! Yum!

Oh ya, Bunda ikut group FB Gentle Birth Untuk Semua. Di sana banyak info menarik tentang kehamilan dan prosesi kelahiran. Kebetulan tadi Bunda nemu salah satu dokumen di group tersebut dengan judul “Mengenal Persalinan, Penyebab, Tanda-tanda, dan Bagaimana Menghadapinya.” Di dalamnya ada info tentang kontraksi. Ada kontraksi sesungguhnya (True labor) dan kontraksi palsu (False labor). Ini karakteristiknya:

– Frekuensi
False labor: tidak teratur
True labor: interval kontraksi teratur dan berlangsung selama 30-70 detik. Jika interval antar kontraksi sudah makin pendek (< 5menit) biasanya serviks sudah membuka 3 cm atau lebih.

– Pengaruh gerakan ibu
False labor: Kontraksi mereda jika ibu berjalan, bahkan berhenti jika ibu berganti posisi
True labor: Kontraksi tetap berlanjut meskipun ibu berganti posisi

– Intensitas
False labor: Kontraksi tidak menguat, bisa juga terasa kuat di awal namun kemudian mereda
True labor: Intensitas kontraksi makin lama kuat

– Lokasi
False labor: biasanya hanya terjadi di bagian depan perut atau area panggul
True labor: biasanya mulai dari punggung belakang, menjalar ke bagian depan perut terus hingga ke dasar rahim.

Nah, setelah menelusuri penjelasan di atas, yang Bunda alami, tentu saja, adalah kontraksi palsu. Tapi, tetep aja, lebih baik banyak istirahat. Apalagi saat periksa kemarin, berat si Adek belum sampai 2500 gr.

Ada yang mengalami hal yang sama dengan Bunda? Kontraksi di bukan kedelapan kehamilan? Sharing yuk!

Foto oleh: Jason Nelson (New York, USA)

Mari Berbagi
(Visited 52 times, 1 visits today)
,
2 comments on “Lebaran di Rumah akibat Kontraksi
  1. Pingback: Berpacu dalam Kelahiran | Tingkah Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *