Maafkan, Nak…

ibu dan anak

Terkadang, sebagai orang tua, kita memiliki keterbatasan. Namun, anak tidak paham. Dan, jangan pula kita menuntutnya untuk paham. Diberi pengertian boleh sekali, tapi kita jangan melupakan bahwa jangkauan pikirnya belum sejauh kita.

Suatu kali, Hana berkata kepada Bundanya, “Bun, aku mau X yang seperti punya si Y.”

Deg, Bunda terhenyak. Bukan karena apa yang Hana inginkan adalah memang hal yang sangat mahal dan di luar jangkauan. Tapi, caranya mengucapkan keinginan itulah yang membuat Bunda miris.

Ia mengucapkannya dengan sangat hati-hati, dengan senyum yang sangat manis. Mungkin, karena ia tahu, Bunda dan Abinya tidak bisa mewujudkan keinginan itu. Tapi, Bunda rasa, ia tak sanggup menahan gejolak keinginan itu. Ia merasa harus mengatakannya.

Jika biasanya Bunda berkata, “Bunda tak punya uang sebanyak itu, Na. Itu barang mahal,” kali ini Bunda hanya tersenyum dan menciun pipi gembil Hana. Somehow, she seemed to understand the unspoken words. Karena, ia tersenyum, lalu kembali melanjutkan bermain.

Bunda terpikir, bahkan sempat sedih dan merasa bersalah. Tapi, akhirnya, Bunda mendapatkan hikmahnya. Hana memang harus belajar bahwa dalam hidup, kita tidak bisa mendapatkan segalanya. Bahkan jika uang kita banyak sekalipun. Terkadang, ada saja hal di luar jangkauan.

Di samping itu, Bunda merasa sangat bahagia dan bersyukur, karena alih-alih menuntut, Hana sepertinya memaklumi. Mudah-mudahan, dalam hal ini Bunda tidak sedang menuntut Hana berpikir melampaui usianya.

Dan, semoga Bunda dapat mewujudkan keinginan Hana yang lainnya, bahkan hal yang tak diinginkannya namun justru dibutuhkannya. Amin.

Mari Berbagi
(Visited 60 times, 1 visits today)
,
3 comments on “Maafkan, Nak…
  1. Saya jadi terharu nih mbak. Berarti begini jugalah perasaan orang tua saya dulu ketika saya meminta sesuatu pada mereka sementara mereka hanya tersenyum saja. Orang tua mungkin mau saja membelikan kita benda itu, tapi tentu harus ada prioritas ya. Dan saya mengerti sekarang.
    Tapi mudah2an ini tdak membuat saya jadi memanjakan anak berlebihan…. mudah2an bisa sesuai takarannnya ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *