Mencegah Terkena Penyakit di Rumah Sakit

Tak bisa dipungkiri, sebagian besar orang ke rumah sakit adalah untuk mengobati penyakit. Wajar saja jika di rumah sakit banyak penyakit, virus, bakteri, kuman, dll, yang bertebaran. Karenanya, untuk rawat inap, anak di bawah 12 tahun dilarang masuk. Lalu, bagaimana dengan lokasi rawat jalan? Kita kan sering membawa anak ke sana, misalnya untuk imunisasi atau cek rutin. Ya harus waspada juga.

Hiya…kok serem banget sih kesannya? :) Nggak juga, kok.

Jadi ceritanya begini…

Saat Muhammad dibawa konsul ke dokter ahli gizi kemarin, ketika sedang asyik menunggu jemputan, Muhammad dihampiri seorang anak yang mengajaknya bermain. Si Abi sih seneng aja. Tapi…tiba-tiba, “Uhuk! Uhuk!” Anak tersebut batuk di depan muka Muhammad tanpa tutup mulut. Si Abi langsung sebel dan angkat Muhammad.

Si anak nggak salah, karena ya mungkin dia memang tidak dibiasakan untuk menutup mulut saat batuk oleh orangtuanya. Si Abi juga nggak salah (eciye…suami dibelain! :P) karena tidak terpikir si anak akan batuk begitu.

Tapi memang seyogyanya kita sebagai orangtua harus lebih waspada. Terutama untuk orangtua yang membawa bayinya untuk imunisasi, cek rutin, atau kegiatan lain di luar berobat karena sakit. Atau mengajak kakak/adik si bayi. Karena, pastinya kondisi bayi atau anak yang kita bawa kan insya Allah sehat. Jangan kemudian karena dibawa kontrol atau imunisasi malah jadi sakit karena terpapar penyakit di rumah sakit.

Karena, pernah kejadian. Hana yang ikut nemenin Muhammad imunisasi, pulangnya malah sakit. Bisa jadi saat itu memang kondisi Hana sedang tidak fit. Dan, di rumah sakit mungkin menyentuh meja, kursi, atau benda lain yang sempat disentuh anak yang sedang kurang sehat sehingga menyebabkan Hana terpapar penyakit tersebut.

Lalu, harus bagaimana dong supaya tidak tertular penyakit saat di rumah sakit?

Ada beberapa hal yang dapat kita dan anak lakukan:

  • Jaga jarak dari anak lain yang sakit. Misalnya kita sudah lihat anak A batuk-batuk hebat, ya jangan didekati atau hindarkan bayi/anak kita agar tidak bermain atau berinteraksi dengannya. Tentu dengan cara yang halus agar orang tua si anak tidak tersinggung. Karena kalau kita di posisi mereka, bisa sebel juga, kan? 😉
  • Minimalisasi sentuhan. Misalnya saat menaiki atau menuruni tangga, kalau bisa tidak usah pegangan. Saat duduk menunggu, usahakan tidak memegang kursi atau pegangannya. Duduk yang manis aja. Atau saat di kantin, juga begitu (soalnya, kayaknya Hana kenanya di kantin hehe).
  • Kalau sudah terlanjur menyentuh, bagaimana? Ya cuci tangan. Atau gunakan cairan pembersih yang sekarang banyak disediakan di rumah sakit. Atau bawa sendiri juga oke banget. Sering-sering membersihkan tangan, kok kayaknya parno banget sih? Hm…kalau Bunda, mendingan dibilang parno deh daripada tau-tau sakit cuma karena gak bersihin tangan.
  • Langsung ganti baju setelah pulang dari rumah sakit, kalau bisa sekalian bersih-bersih. Kalau bayi, misalnya dilap, jika masih siang. Ini saran dari salah seorang dokter langganan Bunda untuk Hana (hehe karena memang ada beberapa orang sih, yang penting RUM), yaitu dr. Herbowo. Sebenarnya saran ini diinformasikan kepada adik ipar Bunda yang juga konsul anaknya ke beliau. Oh ya, kalau boleh Bunda tambahkan, jangan cuma si bayi yang ganti baju dan bersih-bersih. Semua yang ikut ke rumah sakit juga. Orang tua, kakak/adik, juga suster (baby sitter) dan si mbak.

So, sebenernya simple aja, kan? Iya, yang penting kita juga disiplin dan waspada. Tapi, tips ini jangan digunakan untuk mengajak anak di bawah 12 tahun menjenguk ke ruang rawat inap ya, kan nggak boleh. Ikuti aja peraturannya, karena pasti maksudnya baik. :)

Semoga berguna.

Picture by Cécile Graat

Mari Berbagi
(Visited 250 times, 1 visits today)
, ,
6 comments on “Mencegah Terkena Penyakit di Rumah Sakit
  1. sip…sip bun terima kasih tipsnya ya. soalnya besok Alvin mau aku bawa ke rumah sakit, bukan dia sih yang sakit aku yg mau kontrol tapi gaka da yang jaga dirumah

  2. lagi galau mau jenguk tante di rs tp gak ad yg jaga sikecil, ee nemu tips ini. jd mantap untuk gak ikutan k rs n biarin si ayah k rs sndri. thankyu bunda untuk tips n warningnya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *