Mengenal Anak

mengenal-anak

Terkadang, kita sebagai orang tua merasa begitu mengenal anak. Toh setiap hari, di rumah, anak selalu bersama kita.

Hm…padahal, cara mengenal anak lebih dekat bukan hanya pada saat anak bersama kita loh. Ada anak yang takut kepada orang tuanya sehingga ia tidak menjadi dirinya sendiri di rumah. Ada juga anak yang di rumah pendiam, sementara di luar rumah aktif berbicara. Atau sebaliknya, di rumah tidak bisa diam, di sekolah justru duduk tenang.

Lalu, bagaimana caranya mengenal siapa dan bagaimana anak kita sebenarnya?

Perhatikan tingkah lakunya saat tidak bersama kita.

Bagi orang tua yang bekerja, mungkin agak sulit karena tidak dapat mengawasi anak di sekolah. Solusinya? Diskusi dengan anak. Tanyakan apa saja yang sudah ia lakukan di sekolah, dengan siapa, dll. Atau, cek kepada pengasuhnya. Cara lain adalah dengan sering berdiskusi dengan guru. Atau, hubungi orang tua teman anak yang kebetulan memiliki waktu untuk menemani anaknya di sekolah.

Kalau ada waktu, sisihkan satu hari untuk menemaninya di sekolah. Perhatikan baik-baik tingkahnya. Apakah anak kita lebih suka main dengan kelompok, atau bermain sendiri? Apakah anak cenderung agresif, provokatif, tenang, bahkan mampu membantu tugas ibu guru seperti melerai teman bertengkar, atau mengajak teman yang tidak mau masuk kelas untuk ikut belajar?

Kadang, ada pula orang tua yang menunggui anak di sekolah, namun tidak menemani ataupun mengawasi. Bedakan antara menunggui, menemani ataupun mengawasi.

Oh ya, tak jarang pula, ada sekolah yang tak mengijinkan sama sekali orang tua memantau anak di sekolah secara langsung. Maka, komunikasi dengan guru tak dapat dielakkan.

Mengapa kita perlu mengenal anak?

Dengan mengenal anak, kita dapat mengarahkan anak mengenal dirinya sendiri. Untuk apa ia mengenal diri sendiri? Banyak gunanya.

Dengan mengenal dirinya sendiri, anak mampu menempatkan diri dengan baik, anak dapat memecahkan masalah, anak dapat mengetahui apa yang ia inginkan, anak dapat bersikap mandiri. Dan, banyak lagi manfaat lainnya yang mungkin bisa kita rasakan kemudian.

Bunda Hana sedang berusaha mengenal anaknya lebih baik. Bunda dan Ayah pengunjung TingkahAnak.com juga kan?

4 Responses to “Mengenal Anak”

  1. zee_mami vaya Says:

    bunda, tx uda main ke blog vaya ya.
    setelah baca ini, saya jd mikir juga, jgn2 selama ini saya blm begitu tahu sifat vaya itu spt apa. even dia masih baby, tp biasanya sdh ada sifat2 & karakter yg dibawanya sejak lahir kan. mudah2an saja tdk salah menanggapi sifat2nya..

  2. Bunda Says:

    :) mudah2an nggak…yg penting rajin observasi kali ya? oh ya, anak itu–kata temenku yang lg belajar PAUD–terus mengalami perkembangan, jadi observasinya ya gak pernah berhenti dan kita sebagai org tua sebaiknya tidak judgmental dalam menilai sikap anak.

  3. ke2nai Says:

    iya bun, penting mengenali tingkah anak ketika gak bersama kita. Karena kadang beda ketika si anak dg org tua atau ketika tp org tua.

  4. silvi Says:

    bener…sejak abis bagi raport kemaren aku smakin intens berhub ama gurunya azka,karna aku kan jaraaang banget anter azka sekolah…apalagi nungguin…dan ternyata prilaku azka di rumah ama di skolah beda banget…makanya sering-sering konsul ama guru dan psikolognya….kalo sehari-hari sih aku nanya anaknya dan komunikasi ama gurunya lewat communication book…

    dengan baca postingan ini, jadi makin semangat deeh….ma kasih ya bun….postingannya inspiratif bangeet

Leave a Reply