Orangnya Udah ‘Nggak Ada’!

Lazimnya remaja yang baru mendapat kebebasan lebih (seperti semasa saya berusia belasan dulu), Kakak berekspresi seluas-luasnya ketika memperoleh kamar sendiri di lantai atas. Karena hanya dibangun separuh, dari luar rumah kamar itu terlihat seperti bangunan terpisah yang mencuat di ujung gang.

Salah satu hobi Kakak adalah mendengar musik dengan volume lumayan. Ibunya pernah dikejutkan ketika menyalakan PC di meja belajar dan disambut lagu hip-hop super nyaring. Persoalan timbul kala ibu dan omnya hendak membuka bengkel di garasi, kemudian berkeliling ke tetangga terdekat untuk meminta surat izin.

Tetangga yang tinggal tepat di belakang rumah (baca: menempel) langsung manyun dan mengomel, “Bilangin itu anak-anaknya, jangan berisik! Saya punya darah tinggi, tahu?!”

Om meminta maaf dan menyampaikan hal tersebut kepada Ibu. Setelah diajak bicara empat mata, Kakak mengerti. Ia mendengarkan musik melalui headset saja. Suasana aman damai hingga ibu lansia di belakang rumah meninggal dunia.
Beberapa hari setelahnya, Kakak bermain basket di dekat kamar. Suara bola memantul ke tembok membuat Ibu khawatir.

“Kakak, mainnya berhenti dong, Sayang. Ini sudah maghrib,” Ibu mengingatkan. “Nggak enak sama tetangga.”

Kakak menjawab, “Ibu, orangnya kan udah ‘nggak ada’!”

Kontributor: Rini NB, http://rinurbad.multiply.com/

Ket.: Jika ada yang berminat untuk mengirimkan cerita tentang anak ke tingkahanak.com, silakan melalui e-mail ke tingkahanak @ gmail.com (hilangkan spasi).

Tags: ,

Leave a Reply