Panik Hana Naik Jemputan

Semenjak hari Jumat, Hana naik jemputan sekolah. Dulu Hana diantar kakeknya. Tapi setelah pindah, Bunda memilih jemputan. Kasihan kakeknya kalau harus muter jemput Hana di rumah kontrakan, terus antar ke sekolah. Ribet dan jatohnya mahal.

Pagi di hari Jumat diawali dengan baik-baik dan aman-aman saja. Hana dijemput di depan gang rumah kami. Setelah cium tangan Bunda, dia naik ke mobil biru bersama kenek dan sopir jemputan. Hana dijemput yang pertama, karena rumahnya paling jauh. Hihi.

Lalu, seperti biasa, Bunda beraktivitas di rumah. Kerja dan beberes. Jam setengah 10, nenek Hana menelepon, laporan bahwa Hana belum pulang. Hana memang Bunda minta pulang ke rumah neneknya karena nanti Bunda juga akan ke sana.

Bunda santai aja, karena toh memang akan diantar juga nantinya. Tapi, seperti biasa, nenek kan selalu lebih khawatir ya. Jadilah Bunda mengikuti keinginannya dan menelepon ke kenek jemputan. Gak diangkat! Hmmm…

Nenek Hana menelepon lagi dan meminta Bunda untuk telepon ke sekolah. Baiklah. Bunda pun menelepon ke wali kelas Hana, Bu Lia. Katanya, Hana sudah pulang sejak tadi. Duh!

Sengaja berita ini tidak langsung Bunda kabarkan ke nenek Hana. Bisa tambah rempong! Bunda kembali menghubungi sang kenek. Alhamdulillah. Diangkat. Katanya, mobil jemputan masih mengantar anak lainnya. Fiuh!

Baru deh Bunda berani laporan ke nenek Hana. Hana sampai di rumah neneknya hanya dalam beberapa menit kemudian.

Bagaimana dengan hari Sabtu? Nenek Hana tidak menelepon Bunda tapi menunggu dengan manisnya di depan pagar rumah sampai Hana pulang. Hihi. Sampe keneknya bilang, ” Nungguin cucu ya, Bu?”

^____^

Mari Berbagi
(Visited 13 times, 1 visits today)
, ,
8 comments on “Panik Hana Naik Jemputan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *