Penyakit Jantung Bawaan (PJB) dan Berat Badan Bayi

Saat mulai menjadi ibu bagi Hana pada tahun 2004 lalu, Bunda dikenalkan kepada Milis Sehat oleh sang kakak ipar. Berbagai informasi tentang kesehatan bayi dan anak dari milis tersebut Bunda pelajari dan lahap. E-mail yang masuk beserta jawabannya baik dari dr. Purnamawati maupun dokter dan orang tua lainnya Bunda baca satu per satu — biasanya saat Hana sedang kurang enak badan dan Bunda memilih untuk terus memantau sekaligus mempelajari gejalanya.

Setelah Muhammad, anak kedua, lahir pada 2012 silam, Bunda menyadari betapa ilmu Bunda ternyata masih seujung kuku! Bagaimana tidak, merawat Muhammad merupakan pengalaman yang berbeda dengan saat Hana dulu. Karena, Muhammad memiliki PJB, Penyakit Jantung Bawaan.

Dari sekian banyak hal yang Bunda perlu pantau dalam merawat Muhammad, salah satunya adalah perkembangan berat badan bayi. Well, sebenarnya tanpa riwayat PJB, penting bagi semua bunda untuk memantau hal tersebut. Namun, Bunda menekankannya di sini karena selama sebulan terakhir, berat badan Muhammad tidak bertambah. :(

Mengapa penting memantau perkembangan berat badan bayi? Di sini dijelaskan: “Berat badan yang tidak sesuai dengan umur, bisa menjadi petunjuk adanya gangguan pada fisik si kecil.”

Untuk Muhammad, sebenarnya bukan merupakan petunjuk, karena dokter memang sudah pernah menjelaskan bahwa jika anak lain bisa naik 750-1.000 gram per bulan, bayi dengan riwayat PJB kemungkinan hanya bisa naik paling banyak 500 gram. Walau pernah saat usia 2 bulanan, Muhammad bisa naik hingga 750 gram. :)

Jadi, salah satu kemungkinan gangguan fisik pada bayi yang mengalami kesulitan dalam kenaikan berat badan adalah adanya kelainan pada jantungnya. Hanya salah satu ya, masih ada kemungkinan penyebab lainnya seperti parasit, asma, infeksi saluran kemih (ISK) dan infeksi demam lainnya, bisa dibaca lebih jelas di SINI.

Oh ya, selain perkembangan berat badan yang terhambat, ciri lainnya bayi penderita PJB adalah sulit menyusu asi seperti kelelahan karena nafasnya tidak kuat, sering muntah hampir setiap kali habis minum, seringnya batuk pilek diusia kurang dari dua minggu-sebulan, selanjutnya sering mengalami infeksi saluran napas bawah (flek paru), keringat berlebihan, cepat lelah.

Kembali ke perkembangan berat badan bayi. Mengapa penyakit jantung bawaan berpengaruh terhadap berat badan bayi? Hal ini yang Bunda penasaran.

Setelah browsing dalam bahasa Indonesia dan tidak menemukan jawaban yang memuaskan, akhirnya Bunda mencari dalam bahasa Inggris.

Berikut ini penjelasannya: “Babies with CHD often need more calories per day than babies with normal hearts, particularly if they are struggling with symptoms of congestive heart failure. This is because their bodies and hearts have to work harder to get blood and oxygen to all parts of their bodies. This causes them to burn more calories. “ (Sumber: Scai.org)

Terjemahannya kira-kira sbb: “Bayi dengan PJB kerap membutuhkan lebih banyak kalori dibandingkan dengan bayi tanpa PJB. Terutama yang menderita¬†Gagal Jantung Kongestif (ketidakmampuan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh). Hal ini dikarenakan tubuh dan jantungnya harus bekerja lebih keras untuk mengedarkan darah dan oksigen ke seluruh tubuh. Sehingga ia membakar lebih banyak kalori.”

Sehingga, bayi dengan PJB perlu mendapatkan kalori yang lebih banyak dari yang dibakar oleh tubuhnya.

Kardiolog anak yang menangani Muhammad menyarankan agar Bunda berkonsultasi dengan dokter anak spesialis gizi. Sejauh ini, Bunda akan coba lebih dulu memberikan lebih banyak kalori untuk Muhammad karena Alhamdulillah Muhammad cukup lahap makannya :). Namun jika memang tidak ada kemajuan, akan Bunda konsultasikan kepada yang ahli.

Bagi ayah dan bunda yang anaknya mengalami hambatan dalam perkembangan berat badannya, sebaiknya segera konsultasikan agar dapat mengetahui penyebabnya dan mendapatkan terapi yang terbaik.

Mari Berbagi
(Visited 977 times, 3 visits today)
,
2 comments on “Penyakit Jantung Bawaan (PJB) dan Berat Badan Bayi
  1. Bunda, anak saya usia 2bln 28hari beratny masi mendekati beratlahir. 2.3

    Waktu muhammad usia 2bln bb naik 750 asi direct/breastfeeding atau via ogt?

    • Waktu itu Muhammad asi direct/breastfeeding. Kayaknya karena saya masih cuti dari kerjaan. Setelah saya kerja dan ada beban pikiran, ASI saya keluar tapi menurut Dokter gak ada gizinya. :( Coba konsul ke dokter gizi aja ya. Semoga ananda sehat selalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *