Periksa Kandungan Menjelang Malam Takbiran

:) Iya, tadi sore, Bunda jalan sendiri ke rumah sakit demi ketemu dengan sang obgyn. Kok sendiri? Soalnya si Abi mesti di rumah, nemenin Hana yang masih dalam masa penyembuhan setelah terpapar virus keluarga campak sejak hari Rabu kemarin.

Ternyata cukup banyak juga yang periksa. Bunda dapat nomor urut 12. Tapi pada prakteknya sih kayaknya cuma urutan kelima (dan setelah itu hanya ada 2 orang lagi). Mungkin yang lain cancel ya?

Bunda periksa lagi karena hari Senin kemarin perut terasa kencang dan sempat di-CTG yang menyatakan adanya kontraksi 4 kali dalam kurun waktu 30 menit. Jadi, Bunda putuskan untuk tidak menunggu jadwal konsul berikutnya, tanggal 27 Agustus. Terlebih, Bunda juga lagi batpil dan Hana kena virus, jadi lebih baik tanya ke obgyn deh mesti gimana.

Tadi, diketahui bahwa berat badan si Adek pas-pasan banget untuk usia kehamilan Bunda. Jadi perlu dikejar. Air ketuban pun masih cukup — walau pas-pasan juga, tapi Bunda harus lebih sering minum dan makan. Siap, Dok!

Nah, yang jadi masalah…obgyn Bunda kan lagi hamil nih. Ternyata oh ternyata, meski usia kehamilan Bunda 2 minggu lebih dulu dari sang obgyn, beliau sudah dijadwalkan untuk di-cesar — karena 2 kelahiran sebelumnya beliau juga di-cesar. Dan, waktunya itu saat usia kehamilan Bunda 38 atau 39.

Sang obgyn menyarankan agar Bunda siap-siap ganti obgyn. Huhu. Padahal udah cocok banget sama obgyn yang sekarang. Ngomongnya lembut dan nggak nakutin, santai banget. Mirip Oom Didi. Oh ya, obgyn Bunda yang sekarang adalah Dr. Huzaimah, SPOG.

Dr. Huzaimah mengajukan dua nama dokter. Bunda pernah konsul dengan yang satu, tapi yang lainnya belum. Duh, sedih deh, mesti ganti lagi.

Kalau dihitung-hitung, sampai melahirkan nanti, kemungkinan si Adek akan pernah kenalan dengan 6 obgyn. Berwarna banget deh hidup si Adek ini.

Oh ya, tadi di rumah sakit, Bunda laper banget. Tapi…hiks! Kantinnya tutup lebih cepat karena menjelang Takbiran. Terpaksa tahan lapar dikit. Walhasil, sampai detik ini, semenjak jam berbuka puasa, Bunda sudah makan ketupat 4 kali! Well, bukan 4 buah ketupat ya. Yang 3 kali cuma seperempat atau sepertiga ketupat utuh kok. 😉

Nggak apa lah ya, sekali-sekali makan banyak tanpa rasa bersalah. Justru merasa bersalah kalau nggak makan banyak karena Bunda harus mengejar berat badan si Adek sebelum lahiran.

Tapi, hikmah periksa kandungan menjelang malam takbiran tadi itu adalah…nggak pakai macet! Wkwkwk. Jalanan lengang, alhamdulillah dapat bajaj dan taksi pun tak susah-susah amat. Bahkan, pulangnya, sang taksi sudah menunggu dengan cantiknya di depan rumah sakit. Walau kalau dipikir-pikir lagi, nekat juga periksa sendiri, padahal perut sering kenceng dan suka berasa sakit. ^_^

Mari Berbagi
(Visited 2,719 times, 1 visits today)
,
6 comments on “Periksa Kandungan Menjelang Malam Takbiran
  1. Pingback: Lebaran di Rumah akibat Kontraksi | Tingkah Anak

  2. Pingback: Berpacu dalam Kelahiran | Tingkah Anak

  3. Pingback: Been too busy, I forgot I needed some fun | Nadiah Alwi

  4. Pingback: Been too busy, I forgot I needed some fun – nadiahalwi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *