Psikotes Anak TK

hasil-psikotes

Sekitar awal bulan Desember tahun lalu, Hana ikut serta dalam psikotes di TK-nya. Entah mengapa, si Bundanya baru menerima hasilnya kemarin. Tapi, bukan itu yang jadi masalah.

Masalahnya adalah…hasilnya membuat kening berkerut.

IQ Hana masih dalam taraf normal, bahkan mepet ke superior. Tapi, kok tipologi kepribadiannyaExhibitionist” sih yaaa???

Saat menerima hasil itu kemarin di rumah–Bu Guru menitipkan ke Mbaknya Hana–, si Bunda langsung merasa heran. Memang ada ya tipologi tersebut? Setahu si Bunda, adanya Kholeris, Melankolis, Sanguinis atau Pleghmatis.

Hm…maksudnya apa yaaa?

psikotes-hana

Langsung deh tanya ke teman yang kebetulan lagi ambil S2 PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Si teman yang baik hati ini langsung meminta agar hasil psikotes itu di-scan dan dikirimkan kepadanya untuk ia bahas bersama teman-teman kuliah.

Wah, si Bunda langsung bersemangat.

Hasil psikotes tersebut sudah dikirimkan. Katanya, hari ini akan didiskusikan.

Duh, jadi nggak sabar menanti hasil pembahasan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

6 Responses to “Psikotes Anak TK”

  1. ning-mahayoe says:

    ha ha ha..hana..hana..update hasil diskusi selanjuutnya yaah bunda nanaaaD…=)

  2. Bunda says:

    Pastinya, Tante Ning hehehehee

  3. mama keysha says:

    wach…jadi pingin tahu juga hasilnya…..

  4. pranowo says:

    METODE PERTAMA DI INDONESIA

    OUT BOUND CALISTUNG
    Semakin dini usia anak, maka konsep bermain itu belajar sangat melekat didalam system pembelajaran. Berawal dari hal ini, maka kami mempunyai ide jitu, unik, pertama dan paling utama, yaitu Out Bound calistung (cara memperkenalkan membaca, menulis dan menghitung dengan metode Out Bound.

  5. [...] yang kedua kalinya Hana ikut Tes IQ.  Sebelumnya, tahun lalu, saat Hana masih di TK A, disebut psikotes. Sekarang Tes IQ — padahal EQ dan SQ juga dites kayaknya [...]

  6. Harry says:

    Anak sy jg ditest dan disimpulkan mempunyai kecendurungan berlebihan untuk menutup diri, menguasai dan depresi alias mempunyai sifat dominative, padahal sehari harinya anaknya sangat perhatian sama saudaranya, mau mengalah dan ceria sperti biasa, ketika diprotes bahwa kesimpulan berbeda dengan apa yang diamati oleh kami orang tuanya, si psikolog ini bilang bahwa sifat ini nanti kalo dewasa baru meledak seperti pelaku mutilasi(……?????) wow….psikolog atau apa ini ya…???? Akhirnya kami cuekin aja kesimpulan psikotes yang hanya berdasarkan pengamatan sekilas ini.

Leave a Reply