Taufik Hidayat

Salah satu dari sekian banyak cita-cita Hana adalah menjadi seorang Ustadzah a.k.a penceramah.

Nah, belakangan ia rajin berlatih. Biasanya Bunda atau Jiddahnya sedikit memberi pengarahan.

Seperti hari Minggu yang lalu, Bunda kasih saran, “Penutupnya pakai ‘Wabillahitaufik wal hidayah…”

Hana menurut. Lalu, ia mulai berceramah dari awal, lalu ia pun tiba di bagian penutup.

“Wabillahi taufik hidayat…wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.”

Wait a minute…wabillahi taufik hidayat?

Bunda n Jiddah (plus Mbak Iyah yang ikut ‘menonton’ aksi Hana) langsung berusaha keras menahan tawa. Tapi, susah…hahaha!

Hana sebel gitu. Tadinya dia nggak mau pake ending seperti itu lagi. Tapi, tadi malam, dia berlatih ceramah lagi — meski badannya agak panas — dan sudah menggunakan penutup yang disarankan Bunda.

Bedanya, kali ini Hana gak bawa-bawa pemain bulu tangkis itu lagi.

“Wabillahi taufik wal hidayah…wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.”

Semoga nanti kamu jadi Ustadzah beneran ya, Na. Amin.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

3 Responses to “Taufik Hidayat”

  1. athi says:

    hebadd…hebadd…semoga cita2nya tercapai :D

  2. adjeng says:

    Hana….penasaran deh sama Hana….hihihii

    semoga cita-citanya tercapai ya sayang :-)

Leave a Reply