Tebak-tebakan
Semalam, Hana memilih untuk main tebak-tebakan ketimbang diceritakan dongeng.
Bundanya yang kurang jago tebak-tebakan akhirnya malah mengajak Hana belajar berhitung dengan dalih itulah tebak-tebakannya.
Misalnya: Abi beli obeng dua, terus Bunda beli lagi dua obeng, jadi kita punya berapa obeng?
Biasanya, kalau main tebakan, Hana mau juga ikut jadi penebak.
Begini tebakannya:
“Jiddah Emma beli 7 telur, 2 diambil Mbak Iyah buat digoreng. Berapa sisanya?”
Bunda balik nanya, “Berapa ya?”
Hana jawab, “Delapan.”
“Loh, kok delapan? Kan harusnya lima,” kata Bunda sambil memeragakan hitungan dengan jari.
“Kan Jiddah Emma beli telur lagi…” jawab Hana sambil utak-utik jarinya.
Hehehe…pinter ngeles juga tuh anak.
Hana juga kasih beberapa tebakan ke Abi.
Salah satunya, “Abi, berapa jumlah kaki ubur-ubur? Hayo…”
“Banyak,” jawab Abi mantap.
“Betulll!” seru Hana. “Abi pinter ya, Bunda?”
Hayah…anak-anak tuh memang suka mengejutkan ya?








whaaa….haaa…haaaa….ketawa guling-guling….abi ama hana pinteeeeer banget…top markotop….dan kompaaak….
Hahaha…yah begitulah si Hana…
Makasih, Tante…