Temenku Mau Minta, Bukan Beli

Sore tadi, tante Hana yang biasa dipanggil Amah Vivi menelepon. Ia melaporkan tingkah polah Hana yang lagi-lagi di luar perkiraannya.

Jadi, ceritanya begini.

Amah Vivi ini senang membuat kalung. Dan, untuk iseng-iseng, ia menjual hasil kreasinya. Hana kadang diminta ‘membantu’.

Biasanya, setelah ‘membantu’, Hana akan mendapatkan ‘upah’ sebuah kalung. Padahal, ‘membantu’ ala Hana sama saja dengan menggerecoki. Jadi, ‘upah’ itu sebenarnya ya karena Amah Vivi sayang Hana.

Tadi siang, Amah Vivi iseng-iseng mengajak Hana membuat kalung. Dan, upahnya langsung dikenakan oleh Hana yang tadi sore bermain dengan teman-teman dekat rumah.

Tiba-tiba, Amah Vivi kaget sekali. Hana datang dengan segerombolan anak. Ternyata, Hana sudah mempromosikan kalung buatan Amah Vivi-nya kepada teman-teman yang mengira kalung itu akan diberikan bukan untuk dibeli.

Mungkin kalau satu-dua, Amah Vivi akan dengan senang hati memberi saja kalung-kalung itu. Tapi, tadi banyak sekali anak yang diajak Hana.

“Tapi, Amah Vivi, temen-temenku maunya minta, bukan beli…” celoteh Hana kepada sang Tante.

“Tapi, ini kan untuk dijual, Na,” jelas Amah Vivi.

Lalu, Hana menoleh kepada teman-temannya dan berkata, “Bisa kurang, kok…ya kan, Amah Vivi?”

Amah Vivi hanya dapat tersenyum pahit. Antara rasa tidak enak tapi juga bingung.

“Atau, bayarnya pake duit-duitan aja…” tambah Hana lagi.

Amah Vivi benar-benar bingung. Untunglah, tak berapa lama kemudian, rombongan itu pun bubar. Mereka tak tertarik lagi, karena mereka pikir mereka tak perlu membeli.

Bunda Hana langsung menjelaskan kepada Amah Vivi bahwa di mata Hana, apapun akan dianggap sebagai hal yang serius. Jadi, memang harus berhati-hati berkata-kata kepada anak-anak.

Ini berlaku juga dengan janji. Kadang orang tua menjanjikan sesuatu kepada anak, padahal ia tidak bermaksud berjanji. Lalu, bahkan, melupakannya. Anak tidak akan lupa. Anak akan menganggap serius semua perkataan orang dewasa kepadanya dan menyimpannya baik-baik dalam memori.

So, parents, berhati-hatilah dalam berucap ;) .

Tags: ,

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

7 Responses to “Temenku Mau Minta, Bukan Beli”

  1. vivi najib says:

    kalau gak begitu bukan Hana namanya … hehhe …
    mudah2an anak gw kayak Hana pinternyaa …..

    Amiinn :)

  2. lidya says:

    anak-anak memang ingatan nya kuat sekali. pernah juga tuh buat jani tapi kita sendiri yang lupa

  3. rida says:

    wakakakaka..

  4. hihihi..hana lucuuu

  5. Bunda says:

    @ vivi: amin :D

    @ mb lidya: hihi iya, kalo urusan janji, anak jarang lupa :D

    @ rida: wkwkwkwk

    @ mama athaskia: terima kasih, mama :D

  6. ke2nai says:

    waaa…. temennya banyak bgt yg di bawa. hehehe… tp emang bener, hrs hati2 y kl bikin janji sm anak :)

  7. Rinurbad says:

    Bener bener, secara waktu kecil aku reseh dan rewel banget masalah janji-berjanjinya ortu..

Leave a Reply