Tingkah Janin dalam Kandungan

Seperti kita tahu, anak kedua Bunda, Muhammad, didiagnosa mengalami kelainan jantung sejak dalam kandungan. Waktu itu usia kehamilan Bunda sudah di 37 minggu.

Ceritanya, waktu itu Bunda di-CTG untuk yang kedua kalinya. Suster yang bertugas agak bingung karena ada yang tidak biasa. Awalnya, ia tidak bisa menemukan di mana posisi jantung Muhammad, seperti nggak terdeteksi. Tapi akhirnya bisa.

Setelah bisa ditemukan, dari grafik yang ter-print, sampai beberapa saat, tidak ada gerakan. Akhirnya, Suster ‘mengebel’ Muhammad. Setelah itu, barulah Muhammad gerak.

Saat hasil CTG dilaporkan kepada dokter SPOG Bunda, dr. Huzaimah atau biasa dikenal dengan dr. Emma. Sang dokter langsung memeriksa suara detak jantung Muhammad dan melakukan USG yang difokuskan pada gerakan jantung. Benar saja. Ada yang tidak biasa. Dokter menjelaskan kepada Bunda dan Abi, ada aritmia. Dan, dokter langsung memberikan surat rujukan untuk periksa ECHO ke dokter anak spesialis jantung. Muhammad pun di-ECHO di dalam kandungan oleh dr. Mulyadi.

Saat itu tidak ditemukan adanya kelainan pada fisik jantung Muhammad. Tapi, kami sepakat untuk meminta sang dokter untuk hadir pada saat kelahiran Muhammad dan Alhamdulillah beliau bersedia.

Pada CTG kedua, juga ditemukan hal yang tidak biasa. Maka Dokter SPOG Bunda merujuk Bunda untuk cek USG 4D dengan Dokter SPOG fetomaternal di Klinik RSCM di Jl. Kimia. Alhamdulillah, Bunda ditangani oleh dr. Noroyono Wibowo. Baik…banget! Saat itu Bunda sudah pembukaan 2, jadi menurut beliau, tidak perlu di-4D, langsung saja dilahirkan.

Alhamdulillah Muhammad lahir sore harinya dengan persalinan normal. Karena dr. Mulyadi belum datang, Muhammad ditangani oleh dr. Ali Alhadar. Tak berapa lama, sang DSA spesialis jantung pun datang. Berbagai pemeriksaan pun dilaksanakan atas Muhammad.

Ini hanya sekilas tentang kisah Muhammad sejak ia dideteksi mengalami masalah pada jantungnya sejak dalam kandungan dan hingga ia lahir. Kenapa Bunda akhirnya cerita?

Karena, Bunda ingin ibu-ibu lainnya yang sedang mengandung memperhatikan tingkah janin dalam kandungannya. Juga untuk mempercayai insting yang muncul mengenai janinnya. Bunda bukan bermaksud menakut-nakuti atau apa, tapi untuk waspada.

Bunda merasakan sendiri. Selama kehamilan, Bunda merasa ada yang ‘tidak beres.’ Bunda tidak tahu apa. Bahkan, setiap kali bertemu dengan orang-orang yang mendoakan agar bayi dalam kandungan Bunda laki-laki agar lengkap laki perempuan anak-anak Bunda, Bunda justru meminta mereka mendoakan agar bayi dalam kandungan Bunda sehat dan selamat, laki-perempuan sama saja.

Begitu pula saat Bunda diperiksa oleh Dokter Bowo, Abi bilang ke dokter, Bunda cemas berlebihan. Dokter Bowo bilang, tidak ada salahnya diperiksakan memang, demi kebaikan bayi, sehingga misalnya setelah dilahirkan dapat langsung diambil tindakan yang diperlukan. Kalau memang hasil CTG bagus, pemeriksaan lainnya bagus, memang tidak perlu. Tapi jika memang sudah ada indikasi, pemeriksaan lebih lanjut sangat dianjurkan.

Tapi memang, jangan pula kita mengada-adakan masalah, karena nanti kita stres sendiri dan malah jadi timbul masalah betulan.

Bunda ingat waktu itu dikasih kartu gerak janin. Bunda harus isi tiap hari setiap kali Muhammad gerak dalam rentang waktu 12 jam. Dokter selalu memeriksa kartu setiap kali Bunda konsul. Dan, memang ada kalanya jumlah gerakan Muhammad kurang dari 10 per 12 jam. Didukung dengan hasil CTG, Dokter pun semakin yakin ada yang tidak biasa.

Itulah gunanya konsul yang menyeluruh. Ceritakan dan tanyakan semua kepada dokter SPOG (atau bidan), jadikan ia sahabat karena kita perlu merasa nyaman dengannya. Jika memiliki preferensi dokter anak tertentu, coba ajukan kepada pihak rumah sakit agar saat lahiran didampingi oleh dokter tersebut.

Jika misalnya memilih untuk melahirkan di rumah atau di klinik, siapkan juga gambaran seandainya diperlukan tindakan gawat darurat, rumah sakit mana yang akan dituju. Walau diharapkan tidak terjadi, tak ada salahnya mempersiapkan diri agar tidak panik nantinya.

Intinya, kenali gerakan dan tingkah janin dalam perut kita. Dengarkan kata hati, tapi jangan mengada-ada. Bekali diri dengan berbagai informasi seputar kesehatan ataupun tingkah dan gerak janin di dalam perut. Jangan takut bertanya kepada dokter spog ataupun bidan.

Berikut ini dua artikel yang menarik yang bisa dibaca mengenai gerakan dan aktivitas janin:

Mari Berbagi
(Visited 2,438 times, 1 visits today)
, ,
7 comments on “Tingkah Janin dalam Kandungan
  1. Iya, dicek, Yu, dan semua baik-baik aja. Baik dari bunyinya (dengan alat macam mikrofon yang ditempel di perut) maupun gerak denyutnya (di USG) yang dilakukan setiap bulan (bahkan kadang 1/2 bulan sekali krn ada aja keluhanku saat hamil waktu itu). Waktu sempat kontraksi di UK 34 minggu, di-CTG pun gak ada gejala ke arah sana. Pas di 37 minggu itu baru muncul. Makanya dokternya pun kaget. Diagnosa waktu di perut hanya artimia, detak yang tidak teratur.

  2. kenapa ya udah 17 minggu janinq belum gerak padahl waktu di periksa detak jantungnya pun normal, memang selama hamil anak kedua ni aq sering kagetan

    • 17 minggu itu sekitar 4 bulanan ya? Sudah tanya ke dokter kandungannya, Bun? Nanti kalau cek sekalian minta kartu gerak janin kalau ada. Atau kalau nggak ada, buat sendiri aja. Di buku biasa bisa. Jadi pastikan sehari (dalam hitungan 12 jam) gerakan janin minimal 10. Misalnya mulai pertama kita nyadar dia gerak jam 8 pagi, dihitung sampai jam 8 malam, sudah 10 belum. Kalau selama beberapa hari nggak sampai 10, dikonsultasikan ya ke dokter kandungannya. Semoga Bunda Nurul Rita dan baby sehat selalu hingga kelahiran nanti. :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *