Tips Mengajarkan Anak saat UAS, Ibu Jangan Panik!

belajar-untuk-uasMusim UAS telah tiba! Haha! Kalah deh, musim duren. Musim ini biasanya membuat para ibu panik dan stres karena si anak nggak belajar.

Sebenarnya nggak apa-apa juga, sih, anak tidak belajar saat UAS dilaksakan. Karena, memang suasana relaks dapat membantu anak mengurangi stress dalam menghadapi ujian. Asalkan:

  • Anak sudah mencicil belajar minimal sejak seminggu sebelumnya, atau
  • Penyerapan si anak akan pelajaran di kelas bagus. Tahunya dari mana? Kita sebagai orang tua, setelah anak pulang sekolah, bisa menanyakan setiap hari anak belajar apa saja di sekolah dan kita diskusikan bersama.

Tapi, kalau kita keukeuh mau ngajarin juga, ada beberapa tips yang mungkin (mungkin lho, yaaa hihi) bisa berguna:

  • Pastikan saat belajar, anak dalam kondisi tenang. Kalau anak masih grasa-grusu melakukan ini itu, minta dia menyelesaikan dulu urusannya.
  • Pastikan anak sudah cukup bermain atau bersantai. Karena, kalau belum cukup, pikirannya akan tetap ke mainan atau hal lain yang bisa membuatnya santai. Hasilnya, pelajaran juga tidak dapat diserap sempurna. Tapi, tentunya waktu bermain juga dibatasi ya, terutama permainan yang terlalu melelahkan ataupun bikin stres (seperti game online atau game lainnya yang pakai target).
  • Pastikan anak sudah cukup istirahat. Jangan juga saat anak baru pulang ujian hari pertama jam 12 misalnya, jam setengah satu sambil makan siang sudah kita jejali pelajaran buat besok. Nggak akan masuk pelajarannya, Bu-Ibu. Hihi!
  • Pastikan kita ngajarinnya nggak pakai emosi (misalnya sandal sampai naik genteng, jangan ya, Bu-Ibuu). Kita juga harus tenang, kenyang, dan hepi (sudah makan, urusan beberes rumah juga sudah kelar).
  • Pastikan kita nggak sotoy. Keukeuh ngajarin anak, padahal kita juga nggak menguasai materinya. Minimal belajar dulu sebelum ngajarin anak. Atau, kalau nggak sanggup juga, panggil guru ke rumah. Guru mau kok diminta memberi les hanya saat menjelang UAS.

Tapi dari semua itu, ingatkan anak untuk jujur. Jangan kita paksa dia belajar demi nilai. Yakinkan bahwa ia belajar agar ia memahami pelajaran tersebut, yang akan berguna baginya nanti di masa depan.

Kalau semata demi nilai dan kadang karena takut dimarahi orang tua karena nilai jelek, tak sedikit anak mencontek atau berbuat curang lainnya.

Tugas kita yang utama sebagai orang tua adalah mengingatkan terus, bahwa apapun hasilnya, itulah hasil belajar dia selama satu semester ini. Kalau nilainya buruk, artinya semester depan ia harus belajar lebih rajin. Kalau nilainya bagus, ingatkan ia untuk bersyukur.

Selamat berjibaku menghadapi UAS, Bu-Ibu!

Note: Oh ya, kenapa ayah nggak disebut-sebut? Karena biasanya ayah lebih cuek saat anaknya mau ujian. Atau ada yang punya pengalaman berbeda? Sharing, yuk!

Picture courtesy of Gokhan Okur.

Mari Berbagi
(Visited 11 times, 1 visits today)
, ,
2 comments on “Tips Mengajarkan Anak saat UAS, Ibu Jangan Panik!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *