Tips Menghadapi Wabah Gondongan di Kelas

Minggu lalu, di kelas Hana sedang mewabah penyakit yang namanya gondongan alias mumps. Parahnya lagi, wabah itu muncul saat UAS berlangsung. Gawat, kan?

penyakit gondonganSekitar 4-5 orang anak kena. Ibu-ibu pun sharing info tentang penyakit gondongan ini di group WA. Mulai dari pengobatan hingga pencegahannya.

Sebenarnya apa, sih, penyakit gondongan itu?

Singkatnya, penyakit Gondongan (Mumps atau Parotitis) disebabkan virus (Paramyxovirus) yang menyerang kelenjar liur (kelenjar parotis) di antara telinga dan rahang sehingga menyebabkan pembengkakan, serta biasanya menyerang anak usia 2-12 tahun.

Nah, karena penyebabnya virus, gondongan ini akan sembuh sendiri. Tapi, pastikan anak cukup istirahat, mengkonsumsi segala macam yang bisa meningkatkan imunitasnya, serta menghindari makanan yang asam, sebab jika mengunyah makanan yang asam, sakitnya akan lebih terasa. Jangan sampai anak terkena komplikasi akibat penyakit ini.

Karena, ternyata gondongan ini bisa mengakibatkan berbagai komplikasi saat virus menyerang organ lain selain kelenjar liur seperti buah zakar, indung telur, selaput otak, pankreas, dan ginjal (tapi pada anak, yang tiga terakhir cenderung jarang). Duh, jangan sampai, deh!

Oleh sebab itu, AyBun, jika anak sudah tertular gondongan, usahakan untuk menjelaskan bahwa ia harus beristirahat total. Jangan main keluar atau sekolah dulu hingga pulih. Selain demi kebaikannya, juga agar tidak menularkannya kepada anak lain. Karena, anak yang menderita penyakit gondongan masih bisa menularkan virus ini 10-14 hari setelah pembengkakan ditemukan, lho.

Dan, jika anak kita belum kena, pastikan ia tidak bersentuhan dengan anak penderita gondongan atau barang-barang mereka. Kalaupun sulit dihindari, ingatkan anak kita untuk sering mencuci tangan. Penularannya sendiri melalui percikan ludah, bahan muntah, dan urine.

Oh ya, agar anak tidak terjangkit penyakit ini, sebaiknya anak diimunisasi MMR (Mumps, Measles, Rubella). Vaksin MMR diberikan dua kali, pada usia 15 bulan dan 5-6 tahun.

Nah…masalahnya, Hana hanya sekali, pada usia 15 bulanan itu. Sementara usia 5-6 tahun, tidak diulang. Gawatnya, persis pada malam hari terakhirnya UAS, hari Jumat, Hana demam. Duh, asliii…deg-degan deh, Bunda. Mana Hana sekamar dengan Muhammad, selain itu hari Sabtu dia ada ulangan dan setoran hapalan di Bimbel Agama Islam-nya dan hari Minggu rencananya mau ikut Try Out. Tentu batal semua.

Demam Hana berkisar 38,7-39.2 derajat Celcius. Setiap saat Bunda tanya ke Hana apakah ada benjolan/pembengkakan di lehernya. Alhamdulillah jawabnya tidak. Menurut Hana sendiri, dia hanya radang, dan saat Bunda lihat tenggorokannya memang merah.

Bunda juga whatsapp-an dengan DSA Hana, dr. Herbowo, dengan pertanyaan konyol, kalau tidak ada benjolan/pembengkakan, apa mungkin Hana kena gondongan. Hihi. Tentu dijawab tidak. Tapi karena Senin Hana masih demam, Bunda daftarkan Hana ke dr. Herbowo. Eh, ternyata dr. Herbowo hari itu izin tidak masuh. Sempat Bunda bimbang sejenak. Tapi karena Senin sore demam Hana agak mereda, Bunda melanjutkan home treatment saja.

Dan, Alhamdulillah, sejak kemarin, Selasa sore, demamnya nyaris hilang. Semoga bisa sehat terus dan penyakit kemarin hanya karena kecapekan dan stres UAS atau karena kebanyakan makan es. Aamiin.

Update: Aduuuuuhhhh!!! Baruuu aja kelar nulis ini, Hana nunjukin pembengkakan di bawah rahangnya. Hiks! Padahal sudah berusaha positif gak kena…

Hikssss!!!!

Oh ya, untuk para guru yang belum kena gondongan, jika di kelas ada anak yang terpapar gondongan, ada baiknya sering mencuci tangan supaya tidak tertular.

Juga buat para orang tua yang mendampingi anaknya yang gondongan, cuci tangan dan minum vitamin supaya fit ya! Problem is, Bunda nggak ingat pernah gondongan atau belum. Hiks!

Picture from Mumps Picture

Mari Berbagi
(Visited 130 times, 1 visits today)
, ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *