Tips Pemberian Makan pada Bayi

Beberapa waktu silam, dr. Piprim share di twitter-nya tentang tips pemberian makan yang benar pada bayi dan batita, oleh-oleh seminar IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia).

Dr. Piprim, selaku moderator pada seminar tersebut, memaparkan beberapa slide dr Sri Nasar SpA(K) dengan judul Praktek Pemberian Makan yang Benar pada Bayi dan Batita. Isi slide-nya menarik dan sangat informatif.

Namun ada beberapa hal yang menarik perhatian Bunda yang kebetulan merasa masih perlu belajar banyak tentang pemberian makan untuk Muhammad. Di antaranya:

Prinsip Dasar Pemberian Makan Bayi dan Batita

  • Terjadwal, artinya jadwal makan termasuk snack terjadwal dan terencana, lama waktu makan hanya 30 menit maksimal, di antara waktu makan hanya boleh mengkonsumsi air putih.
  • Lingkungan netral, maksudnya anak tidak dipaksakan untuk makan meskipun hanya 1-2 suap, tidak sambil main atau menonton televisi, dan makanan tidak dijadikan sebagai hadiah.
  • Sesuai prosedur, yaitu porsi kecil, jika 15 menit menolak makan atau mengemut, sebaiknya hentikan pemberian makan, bayi dimotivasi untuk makan sendiri, membersihkan mulut hanya setelah makan.

Menarik, kan, poin-poin di atas? Beberapa hal sudah Bunda terapkan ke Muhammad. Tapi ada juga yang belum nih, jadi PR juga buat Bunda.

Mengenai motivasi bayi untuk makan sendiri, sebenarnya Bunda sudah banyak lihat di group BLW alias Baby-Led Weaning di Facebook.

Nah, ini juga masih PR nih. Bunda masih belum mempraktikkan. Maklum, Bunda ini orangnya agak was-wasan (jangan ditiru!), takut keselek lah, takut apa lah. Padahal ya kalo dilihat di group itu, wuih, bayi-bayi itu pinter banget makannya. Bunda baru berani coba kecil-kecilan, jadi kalau lagi disuapin, Muhammad juga dikasih pegang potongan kecil brokoli atau butiran nasih utuh — yang ternyata bisa dia kunyah!

Semoga next time Bunda bisa lebih berani deh. Soalnya, seperti tweet dr. Piprim, “Libatkan anak dlm proses pembelajaran makan, jgn selalu disuapi dan dipaksa sampai dia tdk tau dimana lokasi mulutnya.” Jleb banget euy!

Pemberian Makan pada Bayi

Pemberian Makan pada Bayi

Tapi kayaknya Muhammad tahu sih di mana mulutnya berada. Hahaha! Secara dia bisa kok, masukin brokoli dan butiran nasi yang Bunda kasih.

Membaca tweet dr. Piprim yang dirangkum di siniΒ Bunda merasa harus lebih baik dalam hal pemberian makan untuk bayi Muhammad. Terutama karena berat badan Muhammad masih kisaran 70-80% aja dari berat semestinya bayi di usianya. Padahal pemberian makan Muhammad sesuai dengan jadwal, lho. Jatuhnya 5 kali sehari, termasuk snack. Dan, Muhammad pun makannya lahap! Jadi, ke mana ya larinya itu makanan? Nah, kalo ini kayaknya jadi PR dokter gizi Muhammad yang baru nanti — iya nih, disarankan untuk coba dokter gizi lainnya. :)

Segitu dulu ya, sharing Bunda malam ini tentang pemberian makan yang benar pada bayi dan batita. Insya Allah nanti akan dilanjut lagi. Semoga berguna. πŸ˜‰

Foto dari SINI.



Mari Berbagi
(Visited 378 times, 1 visits today)
, , , ,
11 comments on “Tips Pemberian Makan pada Bayi
    • Perlu dibiasain memang. Muhammad kalo lagi mood makan bisa tuh konsen makan aja, tapi kalo lagi gak mood, kadang aku kasih mainan juga sih :(. Kalo kakaknya, si Hana, dulu itu kalo makan malam sama aku bisa duduk di meja makan (pake high chair), tapi kalo siang pas sama mbaknya (karena aku kerja) kadang duduk sambil nonton, kadang sambil main sore *tepokjidat*. Kesimpulanku, itu gimana kita biasainnya aja dan musti konsisten (ini ceritanya ngingetin diri sendiri hihi). Sama2 coba yukkk. πŸ˜€

  1. Bun, waktu Pascal kecil juga ada bengkak dokter anak menyarankan di khitan tapi harus menghubungi dokter bedah anak. Karena akunya gak siap dan takut akhirnya ujungnya tiap habis pipis aku geleng-geleng (halah apa ya istilahnya) supaya bersih lubangnya. Allhamdulillah gak bengkak lagi. Pernah sekali sih tapi tidka lama. Sambil aku kasih pengertian tentang sunat akhirnya dia minta sendiri tanpa harus bius total

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *